KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Ketua Pengprov Indonesia Cycling Federation (ICF) Kaltim Malvin Ardento buka suara soal pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim VIII/2026 di Paser. Khususnya, terkait rencana pemangkasan nomor tanding untuk cabang olahraga (cabor) sepeda.
Sebelumnya, beredar kabar bahwa cabor sepeda bakal mengalami pengurangan nomor tanding. Di mana dari 24 nomor, hanya 10 nomor tanding yang akan dimainkan.
“Belum tahu keputusannya bagaimana, tapi ada rencana pengurangan dari 24 nomor jadi 10 nomor saja. Nah artinya kan ada 14 nomor tanding yang dihilangkan. Kasihan atlet-atlet yang sekarang intensif berlatih. Sudah berlatih sampai ke Jawa tiba-tiba nomor tanding dihilangkan,” ungkapnya, saat menghadiri musyawarah kota (Muskot) ICF Balikpapan, Rabu (2/9).
Baca Juga: Resmi Pimpin ICF Balikpapan, Taufik Beny Fokus Konsolidasi Klub dan Persiapan Porprov Kaltim 2026
Berkaitan dengan itu, pihaknya pun berencana untuk segera melakukan pertemuan dengan Dispora Kaltim, membahas hal ini. Kalau memang memungkinkan dan biaya pelaksanaan minim, pelaksaan 14 nomor yang dicoret akan dilaksanakan secara mandiri oleh ICF Kaltim.
Hanya, ia menekankan meski dilaksanakan secara mandiri, legalitas akan hasil dan prestasi atlet bisa dijamin.
“Kami hanya perlu legalitasnya bahwa yang juara ini diakui sebagai juara Porprov, medalinya ada. Untuk biaya nanti kami coba mandiri. Karena atlet ini sudah semangat, kalau nomornya dihilangkan kan kasihan,” tambah dia.
Menurut Malvin, dari nomor-nomor yang dihilangkan, kebanyakan dari kategori MTB (mountain bike). Sementara, kategori ini menjadi unggulan bagi sebagian besar daerah termasuk Balikpapan, Samarinda dan Tenggarong.
Baca Juga: 80 Atlet Disiapkan, Tenis Meja Kaltim Bidik Emas PON 2028
Soal lokasi pun, ia berkata bahwa kemungkinan akan terlaksana di Samarinda atau Balikpapan. Sebab, Paser sebagai tuan rumah memang tidak fasilitasi ini, imbas keterbatasan anggaran.
“Kalau mereka tidak mau, kami pindahkan ke Samarinda atau ke Balikpapan. Kami siap-siap saja. Tapi harapannya 24 nomor ini tetap dimainkan di sana,” tegasnya.
Di sisi lain, kata dia, ICF Kaltim sejatinya memiliki rencana untuk menggelar kejuaraan. Akan tetapi, wacana itu dikesampingkan dahulu mengingat kendala yang dialami Porprov kali ini.
“Memang ada rencana, tapi kami mau fokus di Porprov dulu. Takutnya memang ada peluang kami mandiri ya sudah fokus adakan Porprov dulu. Karena lumayan besar juga biaya yang diperlukan kalau ICF Kaltim mau ambil alih,” tuntas dia. (*)
Editor : Duito Susanto