Alief Fahreza Pimpin Muaythai Kutim, Bidik Prestasi di Porprov Paser

Jufriadi • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 10:35 WIB
KEJAR TARGET: Alief Fahreza Bulang (tengah) usai terpilih sebagai Ketua Pengcab Muaythai Indonesia Kutai Timur periode 2026–2030. (Jufriadi/KP)
KEJAR TARGET: Alief Fahreza Bulang (tengah) usai terpilih sebagai Ketua Pengcab Muaythai Indonesia Kutai Timur periode 2026–2030. (Jufriadi/KP)

 

KALTIMPOST.ID, SANGATTA – Kepengurusan Muaythai Indonesia Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memasuki periode baru. Alief Fahreza Bulang dipercaya memimpin Pengurus Cabang (Pengcab) Muaythai Indonesia Kutim periode 2026–2030.

Alief terpilih dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab) Muaythai Indonesia Kutim yang digelar Sabtu (5/9). Setelah terpilih, kepengurusan baru dikukuhkan di Hotel Zenova Royale, Sangatta, oleh Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Muaythai Indonesia Kalimantan Timur Rudiansyah Aras.

Baca Juga: Merajut Konektivitas yang Tertunda, Menanti Tuntasnya Jembatan Aji Tulur Jejangkat

Usai dipercaya memimpin organisasi, Alief menempatkan konsolidasi sebagai salah satu prioritas awal. Dia ingin menyatukan pengurus, pelatih, atlet, dan seluruh elemen Muaythai Kutim untuk membangun sistem pembinaan yang lebih terarah.

“Saya menyadari amanah ini bukan tentang siapa yang menang atau kalah, melainkan tanggung jawab bersama untuk membangun Muaythai Kutai Timur menjadi lebih solid, berprestasi, dan maju,” ujar Alief.

Menurutnya, perbedaan di internal organisasi perlu dikesampingkan agar pembinaan atlet dapat berjalan optimal. Ia juga membuka ruang kolaborasi bagi seluruh pihak yang ingin terlibat dalam pengembangan olahraga Muaythai di Kutim.

Baca Juga: LAPSUS: Jangan Hanya Atur Antrean Pertalite di SPBU tapi Temukan Penyebab dan Benahi Distribusinya

“Ke depan, mari satukan langkah. Tidak ada lagi perbedaan. Yang ada satu keluarga, satu tujuan, dan satu semangat untuk melahirkan atlet-atlet Muaythai Kutai Timur yang berprestasi,” katanya.

Selain konsolidasi organisasi, Alief menekankan pentingnya meningkatkan kualitas pembinaan atlet. Menurut dia, program pembinaan tidak boleh hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga harus mampu memastikan regenerasi atlet berjalan berkelanjutan.

Dia menyadari target tersebut tidak dapat dicapai sendiri. Dukungan pengurus, pelatih, atlet, serta seluruh keluarga besar Muaythai Kutim dinilai menjadi kunci.

Baca Juga: Direktur Olahraga Cabut dari Liverpool, Tinggalkan Jejak Transfer Pemain Mahal

“Saya tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan dan kerja sama dari seluruh keluarga besar Muaythai Kutai Timur sangat dibutuhkan. Mari kita buktikan dengan soliditas, disiplin, dan kerja keras bahwa Muaythai Kutai Timur mampu melahirkan lebih banyak juara dan mengharumkan nama daerah,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Caretaker Muaythai Indonesia Kutim, Charolina Laoh, mengatakan Muskab menjadi tahapan akhir dari tugas caretaker hingga terbentuknya kepengurusan definitif.

“Tugas saya sebagai caretaker Muaythai Indonesia Kutai Timur telah selesai, mulai dari mempersiapkan hingga melaksanakan Muskab sampai terpilihnya ketua definitif, yaitu Saudara Alief,” jelas Charolina.

Dia berharap kepengurusan baru segera menyusun program kerja, terutama terkait pendataan atlet. Langkah tersebut dinilai penting sebagai dasar pembinaan sekaligus persiapan menghadapi berbagai agenda pertandingan.

Baca Juga: Balikpapan Bisa Terbang Langsung ke Tiongkok, Ini Syaratnya

Charolina juga mendorong Alief segera melakukan konsolidasi dan menginventarisasi atlet Muaythai di Kutim agar pembinaan dapat langsung berjalan.

“Saya berharap Saudara Alief segera mengonsolidasi organisasi dan menginventarisasi atlet-atlet Muaythai di Kutai Timur agar bisa langsung berlatih dan mempersiapkan diri guna mengukir prestasi pada Porprov di Paser mendatang,” pungkasnya. (*)

Editor : Dwi Restu A
Alief Fahreza Bulang muaythai kutai timur prestasi