KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Keterbatasan waktu latihan tak menyurutkan semangat cabang olahraga (cabor) sambo Balikpapan dalam mempersiapkan atlet menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim VIII/2026 Paser. Meski dispensasi bagi atlet belum keluar, program latihan tetap berjalan dengan menyesuaikan aktivitas masing-masing atlet.
Pelatih sambo Balikpapan, Agus mengatakan, progres persiapan tim saat ini telah mencapai sekitar 70 persen. Sebanyak 16 atlet dipersiapkan untuk menghadapi Porprov. Seluruhnya merupakan atlet asal Balikpapan dengan rentang usia 16 hingga 37 tahun.
“Untuk persiapan sendiri sekitar 70 persen sudah,” kata Agus.
Baca Juga: Pemadaman Listrik di Kubar Hari Ini, PLN Melak Ungkap Penyebabnya
Persiapan dilakukan secara konsisten melalui latihan hampir setiap hari, yakni Senin hingga Sabtu. Karena aktivitas atlet berbeda-beda, latihan dibagi dalam beberapa waktu, mulai pagi, sore hingga malam.
Agus mengakui pembagian jadwal tersebut menjadi tantangan tersendiri. Terlebih, dispensasi bagi atlet masih belum keluar. Namun, kondisi itu tidak menjadi alasan untuk menghentikan proses pembinaan.
“Jam latihan itu terbagi-bagi. Ada yang bisanya pagi, ada yang sore, bahkan ada yang malam,” ujarnya.
Bagi Agus, yang terpenting saat ini adalah menjaga konsistensi latihan sekaligus membangun kesiapan mental atlet. Ia tidak ingin para atlet terbebani dengan target kemenangan sebelum bertanding.
Sebaliknya, atlet diminta tampil maksimal, mampu menyelesaikan setiap ronde, serta mempelajari kekuatan dan kelemahan lawan.
“Saya belum target kamu menang. Tapi saya mau kamu habiskan ronde. Biar main dengan yang cantik. Pelajari setiap kekurangan, pelajari setiap lawan,” tuturnya.
Persiapan tersebut juga diperkuat pengalaman bertanding. Tim sambo Balikpapan sebelumnya ambil bagian dalam open tournament di Palembang sebagai ajang mengukur kemampuan sekaligus mengevaluasi hasil latihan.
Baca Juga: Sebagian Balikpapan Selatan Padam Empat Jam Pagi Ini Imbas Masalah Pembangkit, Cek Lokasinya
Sementara pada Babak Kualifikasi (BK) sebelumnya, sambo Balikpapan berhasil meraih enam medali. Capaian tersebut menjadi modal penting untuk terus meningkatkan performa atlet sebelum tampil di Porprov.
Di sisi lain, Agus menyebut pembinaan sambo selama ini juga mendapat dukungan kuat dari internal organisasi. Menurutnya, kegiatan cabor tetap berjalan meski tidak sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah.
“Karena memang ini hobi. Tanpa ada itu pun sebenarnya kami tetap bergerak. Ditambah lagi dengan ketua kami yang memang sangat men-support,” katanya.
Dengan persiapan yang telah mencapai 70 persen, sambo Balikpapan kini terus menjaga ritme latihan. Tantangan terkait waktu latihan dihadapi dengan fleksibilitas jadwal, sembari memaksimalkan pengalaman bertanding dan kesiapan mental 16 atlet menuju Porprov. (*)
Editor : Ery Supriyadi