KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Panggung Hydroplus Sirkuit Nasional (Sirnas) A di Yogyakarta menghadirkan pengalaman baru bagi Sheila Dinda Kurniawan. Kejuaraan yang berlangsung pada September lalu itu membuat pebulu tangkis senior asal Balikpapan ini kian tertantang.
Mewakili PB Mulia Baru, Sheila menantang kemampuannya dengan turun di dua nomor sekaligus, yakni tunggal dewasa putri dan ganda dewasa putri. Sayangnya, langkah pebulu tangkis andalan Kota Minyak ini terhenti di babak perempat final pada kedua kategori tersebut.
Baca Juga: Biznet Bangun AI-Ready Data Center Ramah Lingkungan di Bali, Ini Deretan Keunggulannya
"Memang persaingannya sangat ketat, terutama dari klub-klub besar. Khususnya di kategori dewasa, lawan terberat tentu datang dari PB Djarum," ungkap atlet berusia 23 tahun tersebut.
Tak hanya soal persaingan atlet di lapangan, Sheila juga menyoroti sistem pertandingan baru yang diterapkan pada turnamen pencarian poin nasional tersebut. Turnamen ini mulai menguji coba sistem pertandingan dengan torehan 15 poin tiap gim.
Seri Hydroplus Sirnas A ini menjadi ajang pertama nasional yang menguji coba sistem skor 15x3. Penerapan format baru tersebut merupakan langkah awal adaptasi terhadap regulasi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) yang bakal resmi berlaku mulai Januari 2027.
Baca Juga: Dana Karbon Kaltim Sasar 100 Desa, Penguatan Masyarakat Jadi Fokus
"Persaingan jadi jauh lebih ketat karena memakai sistem 15 poin. Ritme bermain menuntut fokus penuh sejak awal dan peta kekuatan pemain jadi lebih seimbang," beber Sheila.
Meski belum berhasil menembus podium juara, mantan atlet binaan PB Djarum era 2015 ini enggan berputus asa. Dirinya bertekad kembali mematangkan performa demi merasakan euforia pengalungan medali pada kejuaraan berikutnya.
Apalagi, Sheila dijadwalkan kembali unjuk kemampuan pada ajang bertaraf internasional bertajuk POLYTRON Yogyakarta International Challenge 2026 mendatang.
"Tentu evaluasi latihan akan terus ditingkatkan agar persiapan ke depan jauh lebih matang," pungkasnya optimistis. (*)
Editor : Duito Susanto