Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Siap Arungi Liga 2 Esports, Borneo Bertekad Kembali ke Kompetisi Tertinggi

Doni Aditya Haryono • Minggu, 21 September 2025 | 11:25 WIB

Perwakilan Borneo Esports menghadiri acara press conference di Borneo Training Center, Sabtu (20/9/2025).
Perwakilan Borneo Esports menghadiri acara press conference di Borneo Training Center, Sabtu (20/9/2025).
 

SAMARINDA - Terdegradasi ke Liga 2 Esports Nasional tak membuat Borneo FC larut dalam kekecewaan. Justru, Pesut Etam kini menatap optimistis musim baru dengan membentuk tim yang disiapkan sejak dua bulan terakhir melalui ajang audisi.

Sabtu (20/9/2025), bertempat di Gedung Borneo FC Training Centre Samarinda, manajemen secara resmi memperkenalkan skuad inti yang akan berlaga di Liga 2 Esports Nasional Divisi Mobile Legends mulai 24 September mendatang. Hadir dalam acara itu manajer tim Garin Yudha Primaditya, ofisial teknis Zidan, serta satu perwakilan pemain, Yahya yang berposisi jungler.

Dari hasil audisi di sejumlah daerah, terpilih tujuh pemain untuk memperkuat tim. Mereka adalah Yahya (jungler), Cultizt (jungler), Ryukenzy (explaner), Dompess (roamer), Sunflower (jungler), Raim (midlaner), dan Orfevre (goldlaner).

“Gamers Pesut Etam kali ini benar-benar disiapkan jauh-jauh hari. Harapannya bisa membawa Borneo FC kembali ke Liga 1,” ujar Garin.

Berbeda dengan Liga 1 yang dimainkan di atas panggung, Liga 2 digelar secara daring. Untuk itu, Borneo FC menyiapkan fasilitas gaming house sebagai penunjang performa pemain. “Lebih fleksibel, tapi tantangannya ada. Misalnya jika tiba-tiba terjadi pemadaman listrik di daerah para pemain,” jelasnya.

Zidan menambahkan, Liga 2 Esports Nasional diikuti 18 tim, termasuk dua tim besar di level nasional. “Kami tak akan menganggap enteng lawan. Targetnya jelas, promosi ke kasta tertinggi,” tegasnya.

Sementara Yahya, mewakili rekan-rekan setim, memastikan mereka siap menghadapi ketatnya persaingan. Meski berlatih dari lokasi berbeda, komunikasi tetap dijaga untuk membangun chemistry. “Kami berlatih 7–8 jam sehari,” ungkapnya.

Garin menutup dengan keyakinan penuh. “Kami optimistis bisa kembali ke Liga 1 tahun depan,” pungkasnya.(*)

Editor : Sukri Sikki
#Borneo #training centre #liga 2