Medali tersebut dipersembahkan oleh Sudirman Ramadhan di nomor sport 71 kg putra, Defiantri di kelas combat 59 kg putri, serta Safariandi di kelas combat 71 kg putra.
Baca Juga: Askot PSSI Balikpapan Adakan Workshop Akun SIAP, Bahas Digitalisasi Data Klub dan Pemain
Ketua Persatuan Sambo Indonesia (Persambi) Kaltim, Zulkifli, menyebut capaian itu sebagai hasil yang patut diapresiasi. Menurutnya, performa para atlet sudah cukup memuaskan, terlebih sebagian besar yang turun kali ini merupakan wajah baru di arena pertandingan.
“Kita dapat tiga perunggu, ini hasil yang tetap harus disyukuri karena atlet sudah berjuang maksimal,” ujarnya.
Zulkifli menambahkan, timnya masih akan bertanding dalam dua hari ke depan. Ia optimistis peluang menambah medali emas masih terbuka. “Semoga dua hari ke depan kita masih bisa menambah medali emas,” katanya.
Sebelumnya, pada hari perdana penampilan di PON Bela Diri 2025 Kudus yang berlangsung di Djarum Arena, Sabtu (18/10/2025), tim sambo Kaltim berhasil meraih satu emas, dua perak, dan satu perunggu. Menurut Zulkifli, hasil itu merupakan buah dari pembinaan yang konsisten, bahkan medali emas tersebut diraih oleh atlet junior di luar target awal.
“Medali emas yang kita dapat ini sebenarnya bukan target utama, tapi atlet junior bisa tampil bagus dan berhasil membawa pulang emas,” ungkapnya.
Baca Juga: Persiba Tantang Persipura: Nasuha Siapkan Kebangkitan di Tanah Papua
Ketua KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras, turut memberikan apresiasi kepada atlet junior Miftahul Zanah, peraih medali emas di hari pertama. Ia menilai Zanah adalah contoh nyata atlet putri bermental baja.
“Zanah adalah putri dari mantan pegulat nasional Kaltim, almarhum Bambang Wahyudi. Ia mewarisi semangat juang sang ayah yang pantang menyerah di atas matras,” ujar Rusdi. (*)
Editor : Ery Supriyadi