KALTIMPOST.ID, JAKARTA - Prestasi luar biasa kembali ditorehkan atlet muda dari Bumi Etam. Pada ajang olahraga pelajar terbesar di Tanah Air, mereka berhasil menutup laga dengan catatan gemilang.
Atmosfer kemenangan terasa kuat di GOR Senen, Jakarta, Sabtu (8/11/2025). Sorak-sorai penonton dan rasa bangga menyelimuti kontingen Kalimantan Timur yang menorehkan pencapaian bersejarah.
Baca Juga: Selangkah Lagi Hasanuddin Mas'ud Pimpin TI Kaltim
Pencak silat menjadi cabang olahraga paling subur bagi Kaltim di ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XVII 2025.
Untuk pertama kalinya sejak 2013, silat Kaltim sukses mengantongi tiga medali emas sekaligus.
Enam pesilat Kaltim berhasil melangkah ke partai final. Dari jumlah itu, tiga di antaranya keluar sebagai juara: Feyziah Majid di kelas G putri, Annisya Maulida di kelas F putra, dan M Arif Akhdan di kelas A putra.
Sementara itu, tiga medali perak turut disumbangkan oleh Yulia Izza Mumtazah, Razwa Lawan Fahrizhie, dan Ghina Mulia Azzahra.
Dengan total sembilan medali dari 18 atlet yang diturunkan, pencak silat resmi menjadi cabang paling berprestasi bagi kontingen Kaltim tahun ini.
Ketua CdM Kaltim, Rasman Rading, yang turut hadir di lokasi pertandingan, menyampaikan rasa bangganya.
Ia menilai kerja keras dan semangat juang para atlet layak mendapat apresiasi tinggi.
“Kita salut dengan perjuangan atlet silat Kaltim. Dari 18 kontingen, mereka berhasil membawa pulang sembilan medali. Ini pertama kalinya silat Kaltim meraih lebih dari dua emas dan menjadi cabor tersubur,” ujar Rasman.
Ia juga memberikan penghargaan khusus kepada tim pelatih dan ofisial yang telah mendampingi para atlet dengan penuh dedikasi.
Baca Juga: Ventforet Kofu Lihat Potensi di Balikpapan, Utamakan Benahi Lingkungan Sepakbola
“Terima kasih untuk pelatih dan official yang sudah mengurus atletnya dengan baik,” tambahnya.
Momen kemenangan itu ditutup dengan sesi foto bersama seluruh kontingen dan Ketua CdM Kaltim.
Senyum bangga terpancar dari wajah para pendekar muda yang telah mengharumkan nama daerahnya di kancah nasional. (*)
Editor : Ery Supriyadi