BANGKOK – Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) KONI Kaltim berkesempatan bertemu langsung dengan salah satu pahlawan olahraga Indonesia di SEA Games 2025 Thailand, pejudo putri Dinny Febriany. Pertemuan itu menjadi momen inspiratif di sela tugas Monev memantau kontingen Merah Putih.
Dinny Febriany baru saja menorehkan prestasi gemilang dengan menyumbangkan medali emas ke-14 bagi Indonesia dari cabang olahraga judo. Atlet asal Banten tersebut tampil impresif dan menjadi sorotan di arena pertandingan.
Final kelas -57 kilogram putri yang digelar di Rajamangala Auditorium, University of Technology Thanyaburi, Pathum Thani, Jumat (12/12), menjadi panggung pembuktian Dinny. Ia menaklukkan wakil Filipina, Rafael Joemari-Heart, melalui duel yang berlangsung dominan.
Baca Juga: Kaltim Dilanda Cuaca Ekstrem, Begini Perkembang Target Swasembada Pangan
Kemenangan tersebut bukan hanya menghadirkan emas pertama Indonesia pada hari pertandingan itu, tetapi juga menjadi emas perdana dari cabang judo di SEA Games 2025. Hasil ini mempertegas posisi Dinny sebagai salah satu andalan Indonesia di level Asia Tenggara.
Anggota Tim Monev KONI Kaltim, yakni Rusdiansyah Aras, Husinsyah, Akhmad Albed, Tomy Gozali, dan Firmanuddin Djafar, menyambut hangat sang peraih emas. Mereka memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bertukar pikiran sekaligus menyerap semangat juang atlet nasional.
Rusdiansyah Aras menyampaikan rasa bangga atas pencapaian Dinny. Menurutnya, kemenangan tersebut menjadi bukti bahwa kerja keras, konsistensi, dan dedikasi mampu melahirkan prestasi tertinggi.
Baca Juga: Ruang Pemuda Bersuara: Menghidupkan Pancasila di Tengah Riuh Media Sosial
Ia menilai, semangat juang Dinny akan menjadi inspirasi penting bagi atlet-atlet Kalimantan Timur, terutama dalam menyongsong persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional.
Pertemuan tersebut menegaskan komitmen KONI Kaltim dalam mendukung seluruh kontingen Indonesia. Selain itu, Monev juga dimanfaatkan untuk menyerap pelajaran berharga dari atlet nasional guna memperkuat pembinaan olahraga prestasi di Kalimantan Timur. (*)
Editor : Ery Supriyadi