KALTIMPOST.ID, SAMARINDA — SMA Sunodia Samarinda harus pulang lebih awal dari Honda DBL with Kopi Good Day 2025 2026 East Kalimantan. Bermain di depan ratusan pendukungnya di GOR Segiri, Sabtu (7/2/2026) malam, Sunodia kalah tipis dengan skor 28–30.
Lawannya, SMKN 1 (Smakensa) Balikpapan, sebenarnya tidak diunggulkan. Secara komposisi pemain, Sunodia jauh lebih mentereng, dengan beberapa nama yang juga membela klub besar di Samarinda seperti Bluefin dan Sonic.
Namun, Smakensa Balikpapan tampil lebih percaya diri di saat Sunodia banyak melakukan kesalahan sendiri. Tim Samarinda baru mulai menemukan ritme permainan di lima menit terakhir kuarter keempat. Meski sempat memperkecil ketertinggalan, Sunodia tetap gagal membalikkan keadaan.
Pelatih Smakensa, Witra Enggie, mengaku tak menyangka timnya bisa menundukkan Sunodia. Apalagi, Smakensa baru dibentuk kembali setelah terakhir ikut event serupa pada 2019.
“Kami sempat vakum lama, terakhir ikut di 2019, itupun 3X3. Tim ini kembali kami bentuk dari awal dan ingin bersaing sejauh mungkin tahun ini. Tak peduli sekuat apa tim lain, kami juga ingin menjadi yang terbaik,” ujar Witra.
Kemenangan dramatis Smakensa Balikpapan menjadi salah satu kejutan di DBL Samarinda tahun ini. Sunodia harus menerima hasil tipis sebagai pelajaran dan motivasi untuk musim berikutnya. (*)
Editor : Ery Supriyadi