KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur akhirnya buka suara terkait keterlambatan pencairan dana hibah yang berdampak pada mundurnya sejumlah agenda Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispora Kaltim, Muhammad Faisal, membenarkan bahwa anggaran hibah sebelumnya ditempatkan pada triwulan akhir. Penempatan tersebut mengikuti pola penganggaran tahun-tahun sebelumnya.
“Memang awalnya anggaran kas itu disusun di triwulan keempat. Itu mengikuti kebiasaan tahun-tahun lalu,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (20/4).
Baca Juga: Nasib Balikpapan City Trans Pasca Harga Dexlite Naik: Dishub Usul Opsi Perubahan Layanan
Faisal menjelaskan, setelah Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) ditandatangani pada 6 April, pihaknya langsung berupaya mempercepat proses pencairan. Namun, muncul kendala pada penempatan anggaran kas yang belum menyesuaikan kebijakan percepatan di awal tahun.
“Ada sedikit miskomunikasi di internal. Karena anggaran kas sudah disusun sejak tahun lalu, sementara kami ingin percepatan di awal tahun,” jelasnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dispora Kaltim mengajukan pergeseran anggaran kas dari triwulan keempat ke triwulan kedua. Surat pergeseran telah ditandatangani dan kini dalam proses di Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
“Sudah kami ajukan dan tanda tangani. Tinggal proses di keuangan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat selesai,” katanya.
Faisal menargetkan proses tersebut rampung dalam waktu singkat. Ia memperkirakan pencairan dana hibah dapat dilakukan paling lambat pekan depan.
“Kalau normalnya 2–3 hari selesai. Tapi saya antisipasi paling lambat minggu depan sudah bisa cair,” tegasnya.
Ia memastikan tidak ada penundaan hingga akhir tahun, karena pergeseran ini hanya bersifat internal. Bahkan, sejumlah kegiatan Dispora digeser untuk memprioritaskan pencairan hibah.
“Kegiatan kami di triwulan dua kami pindahkan ke akhir. Yang penting hibah untuk KONI dan lainnya bisa jalan dulu,” ucapnya.
Langkah ini, lanjut Faisal, diambil agar program pembinaan olahraga tidak terganggu akibat keterlambatan anggaran.
“Tidak mungkin hibah berjalan baik kalau cairnya di akhir. Makanya kami percepat,” pungkasnya. (*)
Editor : Ery Supriyadi