KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Euforia balap motor yang sempat meredup di Indonesia kini kembali terasa. Bukan lagi karena legenda seperti Valentino Rossi, melainkan munculnya talenta muda Tanah Air, Veda Ega Pratama.
Di usia baru 17 tahun, pembalap asal Gunungkidul itu sukses mencuri perhatian publik. Penampilannya di ajang Moto3 World Championship musim 2026 bukan sekadar menjanjikan, tetapi langsung kompetitif sejak awal.
Veda tampil berani. Gaya balapnya agresif, bahkan kerap disandingkan dengan karakter Marc Marquez yang terkenal nekat saat menyalip di celah sempit. Risiko tentu ada, termasuk insiden high side yang sempat membuatnya kehilangan poin. Namun mentalnya tak runtuh.
Baca Juga: Perang AS-Iran Masuk Hari ke-60, Nasib Operasi Militer Trump Ditentukan Kongres
Justru dari situ terlihat kualitasnya. Start dari posisi ke-17 di seri Spanyol, Veda mampu menyalip 11 pembalap dan finis di posisi keenam. Sebuah performa yang mempertegas bahwa dirinya bukan sekadar pelengkap grid.
Hasil terbaiknya sejauh ini datang saat finis podium di Brasil. Catatan itu menjadi sejarah baru bagi Indonesia di Grand Prix, sekaligus sinyal bahwa Veda layak diperhitungkan di level dunia.
Perjalanan Veda bukan instan. Ia mengasah kemampuan sejak kecil, bahkan memulai dari lintasan sederhana di kampung halamannya. Kini, adaptasinya dengan motor Honda NSF250RW milik Honda Team Asia berjalan cepat, melampaui banyak pembalap debutan lainnya.
Dengan koleksi 37 poin dan berada di posisi enam klasemen sementara, peluangnya meraih gelar Rookie of the Year terbuka lebar. Musim masih panjang, dan ujian sesungguhnya menanti di sirkuit-sirkuit klasik Eropa.
Baca Juga: Update Klasemen Moto3 2026: Veda Ega Tembus 6 Besar, Quiles Masih Tak Tersentuh
Veda memang bukan pembalap Indonesia pertama yang tampil di ajang Grand Prix. Sebelumnya sudah ada nama seperti Doni Tata Pradita, Rafid Topan Sucipto, Dimas Ekky Pratama, Andi Gilang, hingga Mario Suryo Aji yang kini masih bersaing di kelas Moto2.
Namun, tanpa mengesampingkan kontribusi para pendahulunya, Veda Ega Pratama menghadirkan dampak berbeda. Ia mampu menghidupkan kembali antusiasme publik Indonesia terhadap balap motor, meski tampil di kelas Moto3 World Championship yang merupakan level awal Grand Prix.
Namun satu hal sudah pasti. Kehadiran Veda membuat MotoGP kembali ditunggu-tunggu. Dari tribun hingga layar kaca, publik Indonesia punya alasan baru untuk kembali menyalakan akhir pekan mereka.
Penampilan impresif di Setiap Lomba
Veda Ega Pratama, mendapat sorotan dari media Eropa jelang seri ketiga Moto3 2026 di Amerika Serikat. Ia dinilai mampu membangkitkan kembali gairah balap motor di kawasan Asia.
Baca Juga: Hasil Moto3 Spanyol 2026: Pembalap Indonesia Veda Ega Melejit dari Posisi 17 ke 6
Penilaian impresif disampaikan oleh ESPN melalui sejumlah kanal media sosial, menyusul penampilan impresif pembalap berusia 17 tahun itu dalam dua seri awal musim 2026. Performa Veda Ega pun mulai menarik perhatian publik internasional.
“Veda menggebrak dunia Moto3 dan membangkitkan harapan tidak hanya bagi Indonesia tetapi juga seluruh benua Asia yang tengah berupaya kembali merayakan kejayaan besar di dunia balap motor,” tulis ESPN.
Penampilan Veda Ega mulai mencuri perhatian saat tampil pada seri pembuka MotoGP 2026 di Thailand. Dalam sesi kualifikasi, pembalap asal DI Yogyakarta tersebut berhasil menempati posisi ketiga.
Saat balapan berlangsung, ia mampu mempertahankan performa kompetitif dan finis di posisi kelima, dengan selisih 9,678 detik dari pemenang lomba, David Almansa.
Tren positif itu berlanjut pada seri GP Brasil. Dalam sesi kualifikasi, Veda Ega menempati posisi keempat, tepat di bawah pembalap Malaysia, Hakim Danish.
Baca Juga: 3 Pemain Borneo FC Dipanggil Timnas, Ezzi Buffon Termuda di Skuad ASEAN Cup 2026
Namun dalam balapan, ia berhasil memperbaiki posisinya dan menyalip Hakim untuk finis di peringkat ketiga. Hasil tersebut mengantarkannya naik podium, sekaligus mencatatkan sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang meraih podium di ajang tersebut.
Terakhir di MotoGP Spanyol 2026. Gaya balap agresif ala Marc Marquez membuatnya cepat mencuri perhatian, termasuk saat finis keenam dari start ke-17 di Spanyol. Sekaligus mendongkrak poinnya ke peringkat 6 klasemen sementara.
Editor : Uways Alqadrie