KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Persiapan yang terbilang singkat tak menghalangi Taekwondo Indonesia (TI) Kaltim menunjukkan kualitasnya di level nasional. Dengan waktu pemusatan latihan sekitar 15 hari, kontingen Bumi Etam mampu menembus peringkat empat pada Kejuaraan Nasional Taekwondo Indonesia kategori cadet dan junior 2026.
Kejuaraan tersebut digelar di GOR Serbaguna, kompleks Gelora Kadrie Oening, Samarinda, pada 23–25 April lalu.
Dalam ajang itu, Kaltim mengoleksi 6 medali emas, 9 perak, dan 10 perunggu. Hasil tersebut menempatkan Kaltim di bawah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DKI Jakarta. Meski belum menembus tiga besar, capaian ini tetap membanggakan karena menjadikan Kaltim sebagai provinsi terbaik di luar Pulau Jawa.
Baca Juga: Gubernur Rudy Mas'ud Siap Buka Data, Mengapa DPRD Kaltim Masih Ragu Gulirkan Hak Angket?
Wakil Ketua II Bidang Prestasi TI Kaltim, Alfons T Lung Beraan, menyebut hasil tersebut sebagai tanda kebangkitan taekwondo Kaltim setelah sempat mengalami penurunan performa dalam beberapa tahun terakhir.
“Peringkat empat nasional ini sudah cukup bagus, apalagi kita terbaik di luar Jawa. Dengan persiapan hanya sekitar 15 hari, hasil ini patut disyukuri,” ujarnya.
Meski demikian, evaluasi tetap menjadi perhatian utama. Alfons menegaskan, jika ingin kembali bersaing di papan atas nasional, persiapan harus dilakukan lebih matang dan terencana.
“Kalau ingin masuk tiga besar, persiapan harus jauh lebih maksimal. Kemarin waktunya sangat mepet. Tapi dari materi atlet, saya yakin Kaltim bisa kembali ke performa terbaik,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa target awal Kaltim sebenarnya cukup ambisius, yakni menembus tiga besar nasional. Namun, sejumlah kendala, termasuk mundurnya beberapa atlet, membuat strategi harus disesuaikan.
Baca Juga: Kabar Baik dari Desa: Rasio NTP Meningkat, Petani Kaltim Masih Kantongi Untung di Tengah Inflasi
“Kami sempat menargetkan tiga besar. Tapi ada perubahan, termasuk atlet yang mundur. Akhirnya kami fokus menjadi yang terbaik di luar Jawa, dan itu tercapai,” tegasnya.
Dominasi provinsi dari Pulau Jawa di cabang taekwondo diakui masih sulit dipatahkan. Namun, bagi Kaltim, capaian ini menjadi fondasi penting untuk pembinaan jangka panjang, termasuk proyeksi menuju PON 2028.
Saat ini, TI Kaltim mulai menyusun program lanjutan. Di antaranya pemusatan latihan jangka panjang, peningkatan kualitas pelatih, serta agenda try out dan training camp ke luar negeri.
“Target kami mengembalikan kejayaan taekwondo Kaltim. Minimal tetap jadi yang terbaik di luar Jawa, syukur bisa kembali menembus tiga besar nasional,” pungkasnya. (*)
Editor : Ery Supriyadi