Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Gagal Back-to-Back, Juara Bertahan OKC Thunder Tumbang di Tangan Spurs pada Game 7 Final Barat

Ari Arief • Minggu, 31 Mei 2026 | 16:45 WIB
HADANG TEMBAKAN: Bintang OKC Thunder, Shai Gilgeous-Alexander (kanan), mencoba mencetak poin saat dihadang raksasa San Antonio Spurs, Victor Wembanyama, dalam laga Game 6 Final Wilayah Barat NBA, Sabtu (30/5).(AP)
HADANG TEMBAKAN: Bintang OKC Thunder, Shai Gilgeous-Alexander (kanan), mencoba mencetak poin saat dihadang raksasa San Antonio Spurs, Victor Wembanyama, dalam laga Game 6 Final Wilayah Barat NBA, Sabtu (30/5).(AP)

 

KALTIMPOST.ID,OKLAHOMA–Takhta juara bertahan NBA resmi runtuh. Langkah Oklahoma City (OKC) Thunder untuk mempertahankan gelar juara musim ini dipastikan kandas setelah takluk dari San Antonio Spurs dalam laga hidup-mati Game 7 Final Wilayah Barat, Senin (1/6) waktu Indonesia.

Kekalahan ini sekaligus memastikan bahwa NBA akan melahirkan juara baru pada musim ini.

Bintang utama sekaligus pengatur serangan OKC Thunder, Shai Gilgeous-Alexander (SGA), tampil luar biasa dalam laga penentu tersebut. Pemain yang baru saja menyabet gelar NBA Most Valuable Player (MVP) dua musim berturut-turut itu menggelontorkan 35 poin lewat aksi-aksi briliannya, mulai dari tembakan jarak menengah, tusukan ke area pertahanan, hingga stepback di depan "tembok raksasa" San Antonio setinggi 224 cm, Victor Wembanyama.

Baca Juga: Berjubah Shaolin dan Pidato Berapi-api, Wembanyama Bawa Spurs Paksa Game 7

Namun, performa impresif peraih MVP tersebut belum mampu menyelamatkan Thunder dari kedigdayaan Spurs. Usai laga, Gilgeous-Alexander secara ksatria mengakui keunggulan lawannya dan enggan mencari alasan atas kegagalan tersebut.

"Banyak hal yang memengaruhi. Terkadang ada hal-hal yang tidak bisa Anda kendalikan, dan terkadang ada yang bisa dikendalikan. Meraih juara satu kali saja sudah sangat sulit, jadi untuk melakukannya dua kali berturut-turut tentu jauh lebih menantang," ujar Gilgeous-Alexander.

Badai Cedera Hambat OKC Thunder

Baca Juga: Kejutan Jelang Piala Dunia 2026, Mauricio Pochettino Tunjuk Tim Ream Jadi Kapten Tertua Timnas AS

Sepanjang musim reguler, Thunder sebenarnya tampil perkasa dengan mengemas 64 kemenangan untuk mengamankan keuntungan bermain di kandang (home-court advantage) pada Game 7.

Namun, di babak final wilayah, mereka kehilangan pilar penting seperti Jalen Williams dan Ajay Mitchell akibat cedera. Di sisi lain, Spurs memang menjadi momok bagi OKC setelah memenangkan empat dari lima pertemuan di musim reguler, sebelum akhirnya mengunci tiket ke Final NBA dengan keunggulan agregat 4-3.

"Bukan bermaksud mencari alasan, tapi mereka (Spurs) adalah tim yang sangat bagus. Kehilangan Ajay dan Dub (Jalen Williams) di tengah-tengah seri pertandingan seperti ini tentu membuat perjuangan kami menjadi jauh lebih berat," tambah pebasket asal Kanada tersebut.

Baca Juga: Kabar Duka, Mantan Menhan Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD

Dengan materi pemain yang sama-sama dihuni pilar muda potensial, rivalitas sengit baru antara OKC Thunder dan San Antonio Spurs diprediksi akan menjadi sajian utama NBA hingga beberapa tahun ke depan.

SGA pun memberikan pujian tinggi kepada sang rival. "Mereka muda, berbakat, dan dilatih dengan sangat baik. Mereka bermain dengan cara yang benar dan kompak. Anda tidak akan bisa mengalahkan kami tanpa modal itu, dan mereka berhasil melakukannya," tuturnya.

Menatap musim depan, manajemen Thunder dihadapkan pada keputusan besar dalam bursa transfer, terlebih mereka mengantongi beberapa hak pilih putaran pertama (first-round picks) untuk menambah amunisi baru. Sementara itu, Gilgeous-Alexander memilih fokus untuk memulihkan diri dan bersiap membantu Timnas Kanada dalam kualifikasi Piala Dunia Basket musim panas ini.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
#nba #oklahoma city thunder #san antonio spurs