SAMARINDA – Cabang olahraga lari trail atau lari lintas alam siap memperkuat jajaran olahraga prestasi di Kaltim, Setelah sebelumnya bernaung di bawah Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI), Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) mulai fokus membangun pembinaan atlet dan memperluas organisasi hingga ke seluruh kabupaten dan kota di Benua Etam.
ALTI merupakan organisasi yang menaungi olahraga lari trail, yakni lari yang dilakukan di alam terbuka seperti hutan, perbukitan, pegunungan hingga kawasan pantai. Secara nasional, organisasi ini dibentuk untuk mengembangkan olahraga lari trail sekaligus mendorong lahirnya atlet berprestasi di tingkat dunia.
Ketua ALTI Kaltim, Veronika, mengakui olahraga tersebut memang belum sepopuler cabang olahraga lain di Samarinda maupun Kaltim. Namun, perkembangan komunitas dan jumlah peserta terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
“ALTI ini memang belum familiar di masyarakat, terutama Samarinda. Tapi sebenarnya olahraga alam di Kaltim sudah cukup dikenal, bahkan sampai tingkat internasional,” ujarnya. Menurut dia, sebelum bergabung ke KONI, ALTI Kaltim telah aktif menyelenggarakan berbagai ajang lari trail berskala nasional maupun internasional. Bahkan, selama satu dekade terakhir, event trail run rutin digelar setiap tahun.
Baca Juga: Resmi Masuk KONI Kaltim, ALTI Kejar Target Rampungkan 10 Pengcab dan Bidik Pelopor Trail Run Pantai!
Salah satu yang menjadi perhatian adalah penyelenggaraan lomba lari trail di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) pada 2024 dan 2025. Saat itu, ajang tersebut diikuti peserta dari delapan negara dengan jumlah peserta mencapai seribu orang dari beberapa belahan negara.
“Orang masih penasaran dengan IKN waktu itu. Dua tahun berturut-turut ada delapan negara yang ikut,” katanya. Terkait kepengurusan daerah ALTI Kaltim sudah memiliki lima Pengurus Daerah (Pengda) yang aktif saat ini yakni Samarinda, Balikpapan, Kutai Kartanegara, Kutai Timur dan Bontang.
Setelah resmi masuk KONI, lima daerah lain juga sedang dipersiapkan untuk dilantik, yakni Mahakam Ulu, Berau, Penajam Paser Utara, Paser dan Kutai Barat. “Target kami akhir Juni seluruh kepengurusan kabupaten dan kota sudah lengkap. Jadi nanti ada 10 ALTI kabupaten/kota di Kaltim,” ucapnya. Di tingkat komunitas, perkembangan lari trail di Kaltim juga dinilai cukup pesat. Setiap kepengurusan daerah minimal memiliki dua klub atau komunitas lari yang aktif melakukan pembinaan.
Tak hanya berkembang dari sisi organisasi, sejumlah atlet Kaltim juga mulai mencatatkan prestasi di tingkat nasional. Pada Kejuaraan Nasional ALTI yang digelar bersamaan dengan event di IKN tahun lalu, atlet Samarinda bernama Dasmin berhasil meraih medali emas.
Kini Dasmin kembali dipercaya memperkuat tim Indonesia pada kejuaraan lari trail tingkat Asia Tenggara yang akan berlangsung pada Juli mendatang di Cianjur. “Total ada 10 atlet dari Kaltim yang ikut. Dari Samarinda ada tiga atlet, kemudian Kutim, Kukar, Balikpapan dan Bontang juga mengirim atlet,” jelas Veronika.
Baca Juga: Disorot Publik hingga Ratusan Miliar, Biro Kesra Garansi Hibah LPTQ Kaltim Bebas Temuan BPK
Ke depan, ALTI Kaltim juga berencana menggelar open race dan kejuaraan daerah secara rutin. Salah satu konsep yang tengah disiapkan adalah lomba lari trail di kawasan pantai Nipah-Nipah, Penajam Paser Utara.
Menurut Veronika, konsep tersebut belum pernah digelar di Kalimantan dan berpotensi menjadi daya tarik baru bagi pecinta lari trail. “Kalau di Indonesia banyak trail run di gunung. Nah, di Kaltim kami ingin menjadi pelopor trail run di pantai,” katanya.
Ia menilai keunggulan lari trail Kaltim justru terletak pada karakter alam yang berbeda dibanding daerah lain. Meski tidak memiliki gunung tinggi, lintasan yang melintasi hutan alami menawarkan tantangan tersendiri bagi para pelari.
“Kami membuka trek sendiri di dalam hutan. Ada tanjakan, turunan, akar pohon, lumpur, sampai duri. Itu yang menjadi tantangan dan justru disukai pelari trail,” ujarnya. Terakhir, sebagai cabang olahraga prestasi, ALTI Kaltim tentunya berfokus pada pembinaan atlet usia dini sekaligus memperluas pengenalan olahraga lari trail kepada masyarakat. “Kami ingin fokus pada pembinaan atlet usia dini dan memperkuat organisasi sampai seluruh daerah di Kaltim,” pungkasnya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki