SAMARINDA – Persatuan Xiangqi Indonesia (Pexi) Kaltim mulai memperluas pengembangan cabang olahraga Xiangqi atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai catur Cina dan catur gajah. Setelah resmi menjadi bagian dari cabang olahraga prestasi di bawah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim, Pexi Kaltim kini membidik pelajar dan mahasiswa sebagai sumber atlet masa depan.
Xiangqi merupakan permainan strategi yang berasal dari Tiongkok dan memiliki kemiripan dengan catur internasional. Cabang olahraga ini dinaungi oleh Pengurus Besar Persatuan Xiangqi Indonesia (PB Pexi) yang pada 2025 resmi diterima sebagai anggota KONI Pusat.
Ketua Pexi Kaltim Oktavianus Harianto Batara mengatakan, meski tergolong baru di Kaltim, olahraga tersebut mulai mendapat respons positif dari masyarakat. “Kalau di Indonesia dikenal sebagai catur gajah atau catur Cina. Secara filosofi memang berasal dari Tiongkok dan permainan ini sebenarnya mirip dengan catur biasa, hanya bidak dan beberapa aturan permainannya berbeda,” ujarnya.
Pexi Kaltim baru mulai berdiri sejak Oktavianus secara langsung dimandatkan oleh pengurus pusat Xianqi pada 2025. Namun secara nasional, Xiangqi sudah berkembang cukup lama dengan basis pemain terbesar berada di Kalimantan Barat, terutama di Pontianak dan Singkawang.
Baca Juga: Resmi Masuk KONI Kaltim, ALTI Kejar Target Rampungkan 10 Pengcab dan Bidik Pelopor Trail Run Pantai!
“Kalau pemain-pemain nasional selama ini banyak berasal dari Singkawang dan Pontianak. Mereka juga sering bertanding ke Malaysia maupun Singapura,” katanya. Saat ini Pexi Kaltim memiliki kepengurusan di tujuh kabupaten dan kota, yakni Balikpapan, Samarinda, Bontang, Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara dan Paser.
Saat ini Xianqi Kaltim sedang berupaya untuk mengenalkan olahraga catur cina ini, di beberapa daerah, Oktavianus mengaku antusias masyarakat lumyan tinggi. Salah satunya ketika PEXI membuka pengenalan Xianqi di kawasan Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome.
“Banyak pelajar yang tertarik. Orang tuanya bertanya, lalu anak-anaknya minta diajarkan bermain. Antusiasnya cukup bagus,” ucapnya. Meski demikian, dia mengakui tantangan terbesar saat ini adalah memperkenalkan Xiangqi ke lingkungan pendidikan. Karena itu, Pexi Kaltim menjadikan sekolah dan perguruan tinggi sebagai sasaran utama pembinaan.
“Kami ingin Xiangqi masuk sekolah dan masuk kampus. Dari situ nanti bibit-bibit atlet bisa lahir. Itu yang sekarang sedang kami dorong,” jelasnya. Upaya tersebut dinilai semakin terbuka setelah Xiangqi resmi menjadi cabang olahraga anggota KONI. Sebelumnya, Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman juga mendorong agar sosialisasi Xiangqi diperluas ke seluruh daerah karena memiliki nilai sejarah dan strategi yang kuat.
Baca Juga: Lepas Status Olahraga Rekreasi, Asosiasi Lari Trail Indonesia Kaltim Fokus Garap Pembinaan Usia Dini
Selain fokus pada pembinaan, Pexi Kaltim juga mendapat kepercayaan untuk menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Xiangqi tahun ini. Lokasi pelaksanaan masih dibahas dan berpeluang digelar di Samarinda maupun Balikpapan. “Rencananya tahun ini Kaltim ditunjuk menjadi tuan rumah Kejurnas. Masih dibahas apakah nanti di Samarinda atau Balikpapan,” katanya.
Sejauh ini Pexu Kaltim baru satu kali mengirim atlet ke turnamen terbuka tingkat nasional yang digelar di Jakarta. Saat itu, dua atlet yang diturunkan belum berhasil meraih prestasi. Karena masih dalam tahap pengembangan, sebagian besar atlet Xiangqi Kaltim berasal dari latar belakang pemain catur konvensional.
Pexi juga mulai menjalin kerja sama dengan sejumlah yayasan Tionghoa untuk memperluas pembinaan atlet muda. “Karena dasar permainannya sama-sama olahraga strategi, banyak pemain Xiangqi yang sebelumnya bermain catur. Sekarang kami mulai membangun pembinaan sendiri,” ujarnya.
Oktavianus optimistis Xiangqi dapat berkembang di Kaltim. Terlebih cabang olahraga tersebut tidak membutuhkan fasilitas khusus dan dapat dimainkan di berbagai tempat. “Yang penting ada papan dan meja. Karena itu kami bisa sosialisasi di mana saja. Harapannya semakin banyak masyarakat yang mengenal dan tertarik menekuni Xiangqi,” pungkasnya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki