KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII/2026 terus berjalan. Begitu pula, soal nomor tanding yang telah ditentukan pada pertemuan yang dipimpin Dinas Pemuda Olahraga (Dispora) Kaltim.
Meski begitu, beberapa cabang olahraga (cabor) masih mempertanyakan apakah ada penambahan nomor tanding atau tidak. Soal ini, Plt Kepala Dispora Kaltim Rasman mengaku belum berani memberikan komentar. Mengingat keputusan ini menjadi ranah PB Porprov selaku tuan rumah.
“Tapi pada prinsipnya karena ini ada efisiensi, maka justru dengan efisiensi ini membuat kita jadi dilema. Di sisi lain cabor itu ingin menambah nomor tanding, tapi di sisi lain juga anggaran yang kita miliki sangat terbatas,” jelasnya.
Dia memulai, baik provinsi, tuan rumah, hingga kabupaten/kota lainnya cukup berdampak pada anggaran yang tersedia. Makanya, harus realistis bahwa semakin tambah nomor tanding akan bertambah juga biayanya.
“Kan kabupaten/kota itu juga terseok-seok membiayai keberangkatannya, kami pun juga sudah anggarkan tapi kan intinya adalah keterbatasan anggaran,” tambahnya. Ia berharap, ada baiknya menunggu dan sambil jalan dulu. Sembari melihat tahapan pendaftaran nanti seperti apa.
Sebab, lanjutnya, terkadang akan terlihat nomor tanding mana yang diikuti daerah dan mana yang tidak. Syarat ini juga sudah tertuang dalam keputusan Rakerprov KONI 2024 lalu. Di mana, minimal empat daerah yang memilih, barulah nomor tanding itu bisa dipertandingkan.
“Anggaplah kabupaten/kota itu mengirim zona medali emas, perak dan perunggu. Karena Paser tuan rumah jadi tidak dihitung, jadi empat daerah. Mudah-mudahan seperti itulah modelnya. Itu juga kami harapkan kepada daerah, zona medali saja supaya mereka tidak dibebani,” pungkas dia. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo