KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – KONI Kaltim tegaskan arah yang jelas dalam kemajuan olahraga Benua Etam. Untuk itu, Wakil Ketua II KONI Kaltim Dandri Dauri juga mengingatkan kejayaan cabang olahraga (cabor) pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028 di Nusa Tenggara harus dikembalikan.
Salah satu yang disoroti Dandri ialah cabor bola tangan. Dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) Kaltim, dia berharap semangat yang dimiliki masyarakat Kaltim juga tercermin dalam prestasi olahraga.
“Saya memberi contoh Borneo FC, tentu harus identik dengan keunggulan. Mudah-mudahan bukan hanya semangatnya yang unggul, tetapi prestasinya juga unggul,” kata pria yang juga menjabat manajer klub Borneo FC ini.
Baca Juga: 12 Dokter Internship Mulai Bertugas di Kutim, Ditempatkan di Empat Fasilitas Kesehatan
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa target utama bola tangan Kaltim adalah mengembalikan medali emas yang pernah diraih pada PON XX/2021 Papua. Meski saat tampil di PON XXI Aceh-Sumut 2024 hanya mampu meraih perak, kini saatnya prestasi tersebut ditingkatkan kembali.
“Kaltim pernah meraih emas di Papua, lalu perak di Aceh. Harapannya, pada PON 2028 nanti emas itu kembali ke Benua Etam,” ucapnya.
Di sisi lain, Dandri juga berharap pembinaan olahraga di Kaltim akan diserahkan sepenuhnya kepada putra-putri asli Kalimantan. Agar ke depan bukan hanya menjadi penonton atau pelengkap, putra daerah Kalimantan diharap bisa mewarnai kepengurusan cabor di tingkat pusat.
Dia juga menyinggung soal target yang diusung Pemprov Kaltim di PON 2028, yakni menembus tiga besar nasional. Maka solusinya, seluruh cabor harus memperoleh perhatian dan pembinaan yang setara.
“Karena saya tidak mau lagi melihat ada istilah cabor unggulan dan bukan unggulan. Semua harus menjadi unggulan. Kalau target kita tiga besar nasional, maka seluruh cabor harus dibina secara maksimal,” tandasnya. (*)
Editor : Duito Susanto