KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Pengurus Provinsi Indonesia Bela Diri Campuran Amatir Mixed Martial Arts (IBCA MMA) Kalimantan Timur bergerak cepat membenahi organisasi. Baru beberapa bulan resmi menjadi anggota KONI Kaltim, IBCA MMA langsung menggelar Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub), Rabu (22/7), di Kopi Kuno, Jalan Basuki Rahmat, Samarinda.
Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat IBCA MMA Maraden Lumbantoruan, Wakil Ketua II KONI Kaltim Andri Dauri Husain, tim karateker, serta pengurus kabupaten dan kota se-Kalimantan Timur.
Dalam sambutannya, Andri Dauri menegaskan KONI Kaltim mendukung penuh langkah percepatan yang dilakukan IBCA MMA. Menurut dia, kepengurusan baru harus segera bekerja karena agenda terdekat adalah Pekan Olahraga Bela Diri (PON Bela Diri) yang akan digelar di Manado.
Baca Juga: Bupati Paser Minta Bidan Siap Siaga di Desa dan Larang Pengajuan Mutasi
“Target kita bukan lagi sekadar ikut. Kami ingin IBCA MMA menjadi cabang olahraga andalan penyumbang medali emas bagi Kalimantan Timur,” tegasnya.
Dandri, begitu dia disapa menjelaskan, PON Bela Diri akan mempertandingkan 18 nomor. Karena itu, seluruh elemen organisasi diminta bersinergi agar target prestasi dapat tercapai.
Dia menambahkan, semangat Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk menembus tiga besar pada PON 2028 di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur harus menjadi motivasi seluruh cabang olahraga, termasuk IBCA MMA.
“Kalau hanya bicara di warung kopi tanpa kerja keras, target itu tidak akan tercapai. Tanggung jawab ini bukan hanya pengurus MMA, tetapi juga KONI sebagai wadah pembinaan olahraga,” ujarnya.
Dandri memastikan KONI Kaltim akan mempercepat seluruh proses administrasi kepengurusan baru agar persiapan menuju PON Bela Diri tidak mengalami hambatan.
Menurutnya, Musprovlub menjadi momentum penting untuk memperkuat organisasi sekaligus mempercepat pembinaan atlet.
Baca Juga: Resmi Pimpin BGN, Sudaryono Wanti-Wanti Pihak yang Ingin Jual Namanya
“Agenda terdekat adalah PON Bela Diri di Manado. Pengurus baru harus langsung bergerak cepat. Harapan kami, dari 18 nomor yang dipertandingkan, Kaltim mampu meraih hasil terbaik, bahkan bersaing menjadi juara umum,” katanya.
Sementara itu, Sekjen PP IBCA MMA Maraden Lumbantoruan menegaskan Kalimantan Timur tidak boleh hanya menjadi peserta dalam setiap kejuaraan nasional.
“Saya tidak mau Kalimantan Timur hanya datang untuk ikut-ikutan. Harus datang membawa target prestasi,” tegasnya.
Maraden mengatakan, Pengurus Pusat siap membantu peningkatan kualitas atlet melalui berbagai program pembinaan, termasuk mendatangkan pelatih spesialis teknik ground fighting dari Pulau Jawa apabila diperlukan.
Selain menghadapi PON Bela Diri pada Oktober mendatang, IBCA MMA juga telah menyiapkan sejumlah agenda nasional dan internasional, mulai ASEAN Championship hingga Kejuaraan Dunia di Georgia.
Ia berharap atlet-atlet Kalimantan Timur mampu menembus level dunia melalui jalur pembinaan IBCA MMA yang berada di bawah naungan federasi internasional IMMAF.
Tak hanya itu, Maraden juga membuka peluang bagi Kalimantan Timur untuk menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional IBCA MMA pada akhir tahun.
“Sangat terbuka jika Kaltim ingin menjadi tuan rumah kejurnas. Justru kami ingin melihat langsung potensi atlet-atlet di sini agar bisa berkembang hingga level internasional,” ucapnya. (*)
Editor : Ery Supriyadi