KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Sejauh ini, pembinaan atlet bulu tangkis Kaltim diketahui terus berkesinambungan. Sayangnya, prestasi mereka di level nasional tak selalu berjalan mulus, bahkan kerap menemui kendala.
Tak dipungkiri, nama-nama atlet daerah seperti Kaltim, cukup jarang menembus peringkat nasional. Padahal, menurut Sekjen Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) Ricky Achmad Subagja, Benua Etam memiliki bibit-bibit atlet potensial yang tak kalah dengan daerah lain, seperti Pulau Jawa.
Baca Juga: Jalan Sehat Balikpapan Selatan Meriahkan Peluncuran CFD Oleh Wali Kota
Ricky memaparkan, kendala yang hampir dirasakan seluruh daerah cukup banyak, khususnya soal pendanaan. Bagaimana fasilitas dan program latihan, serta turnamen yang memang kerap berpusat di Pulau Jawa.
“Misalnya untuk mengirimkan atlet, di wilayah Jawa itu kan mudah aksesnya. Bisa mengirimkan kekuatan penuh. Sementara daerah lain seperti Kaltim biayanya tidak sedikit, dan tentu mau tidak mau mengirim beberapa atlet saja,” jelasnya saat mengisi jumpa media Bayan Open 2026, Minggu (23/8).
Untuk itu, ia berharap baik pemerintah daerah, pengurus provinsi (Pengprov) mau pun stakeholders menjaga komitmen pembinaan. Termasuk, meningkatkan intensitas kejuaraan level regional mau pun nasional, untuk memfasilitasi para atlet.
Baca Juga: Tekan Risiko Karhutla, Wali Kota Balikpapan Tegas Larang Warga Larang Buka Ladang Pakai Api
Dengan begitu, kata dia, baik atlet mau pun klub tidak sekadar latihan, namun tidak ada wadah.
“Salah satunya di Kalimantan, khususnya Balikpapan ini diadakan Sirnas. Ini salah satu wadah untuk menunjang, yang memang belum semua provinsi. Harapannya Kaltim ini jadi percontohan ya. Komitmen PBSI Kaltim ini memang yang dibutuhkan,” tambahnya.
Jika begitu, Ricky memastikan pembinaan tentu bisa berjalan baik. Akan tetapi, bisa dibuat sejauh pembinaan itu, juga menjadi tanggung jawab ke depannya.
Misalnya, lanjut dia, bagaimana memberikan kepelatihan yang tepat bagi para atlet. Sebab harus ada figur pelatih siapa nantinya yang ditempatkan di sini.
“Kalau figur, ya jujur saja kaitannya berapa salary yang diberikan. Ini yang mesti dikomunikasikan ke depan. Tapi saya yakin kalau Kaltim mampu,” tuntas dia. (*)
Editor : Sukri Sikki