Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Korelasi Moda Transportasi dan HDI

Redaksi KP • Rabu, 16 Juli 2025 | 19:23 WIB
Haritsah Burhan
Haritsah Burhan

Oleh:

Haritsah Burhan

Dosen Universitas Mulia Balikpapan

SEMAKIN hari jumlah sepeda motor semakin ramai menghiasi jalan raya baik di kota besar atau pedesaan. Salah satu penyebabnya adalah semakin mudahnya masyarakat membeli kendaraan bermotor karena rendahnya uang muka atau dikenal dengan istilah DP. Bahkan dengan uang muka kurang dari satu juta rupiah, kita sudah bisa memilikinya.

Data BPS (2024) menyebut pada tahun 2018 jumlah sepeda motor sebanyak 106.836.985 unit. Pada 2019 meningkat menjadi 112.771.136 unit. Pada 2020 meningkat menjadi 115.023.039 unit. Pada 2021 meningkat menjadi 120.050.112 unit. Pada 2022 meningkat menjadi 125.305.332 unit dan tahun 2023 meningkat menjadi 132.433.679 unit. Atau selama lima tahun dari 2018 ke 2023 terjadi pertumbuhan sebesar 23,95 persen.

Hal menarik dari angka pertumbuhan kendaraan beroda dua ini adalah ternyata lebih besar dari angka pertumbuhan penduduk. Data BPS menyebut jumlah penduduk Indonesia pada 2018 sebesar 265 juta jiwa. Dan pada 2023 meningkat menjadi 278,6 juta jiwa atau terjadi pertumbuhan sebesar 5,13 persen. Atau jumlah pertumbuhan sepeda motor hampir empat kali lipatnya. Sebuah angka pertumbuhan yang benar-benar fantastis!.

Jika menarik data secara global, pengguna sepeda motor terbesar dari sisi persentase sesuai data yang dirilis pada 2023 silam oleh data.goodstats.id,  Thailand adalah juaranya dengan 87 persen rumah tangga yang memiliki sepeda motor. Peringkat kedua adalah Vietnam dengan 86 persen. Peringkat ketiga adalah Indonesia dengan 85 persen.

Peringkat keempat ada Malaysia dengan 83 persen. Dilanjutkan China dengan peringkat kelima dengan 60 persen. Peringkat keenam adalah India dengan 47 persen. Peringkat ketujuh hadir Pakistan dengan 43 persen. Peringkat kedelapan adalah Nigeria dengan 35 persen. Peringkat kesembilan adalah Filipina dengan 32 persen dan peringkat kesepuluh adalah Brazil yang 29 persen rumah tangganya memiliki kendaraan beroda dua tersebut.

Sedangkan merujuk data dari www.statista.com pada 2023 untuk negara-negara yang kebalikannya alias lebih suka memakai transportasi umum, Korea Selatan adalah negara terbesar yang warganya memakai transportasi umum dari sisi persentase dengan 41 persen. Peringkat kedua adalah Polandia dengan 39 persen. Peringkat ketiga adalah Austria dengan 34 persen. Peringkat keempat adalah Meksiko dengan 33 persen.

Peringkat lima adalah Spanyol dengan 32 persen. Peringkat keenam adalah Jepang dengan 30 persen. Peringkat ketujuh adalah Jerman dengan 27 persen. Peringkat delapan adalah Inggris dengan 24 persen. Peringkat kesembilan adalah Prancis dengan 23 persen dan peringkat kesepuluh adalah Amerika Serikat yang 13 persen penduduknya bepergian dengan transportasi umum.

Jika memperhatikan daftar negara yang memiliki sepeda motor terbanyak dan yang memakai transportasi umum terbanyak, terdapat fenomena bahwa mayoritas kedua kelompok diisi oleh negara yang pembangunannya terbilang kontras. Sepuluh negara pertama rata-rata diisi ‘negara berkembang’. Sedangkan sisanya rata-rata diisi negara maju.

Sebagai referensi daftar skor Human Development Index atau HDI untuk tahun 2023 yang dirilis oleh United Nations Development Programme (UNDP) pada tahun ini, Thailand peringkat 76, Vietnam ada diperingkat 93, negara kita ada diperingkat 113, Malaysia ada diperingkat 67, Cina ada diperingkat 78, India ada diperingkat 130, Pakistan ada diperingkat 168, Nigeria ada diperingkat 164, Filipina ada diperingkat 117 dan Brazil ada diperingkat 84. Dan jika dirata-rata, kesepuluh negara tersebut ada diperingkat 109.

Sementara Korea Selatan diperingkat 20, Polandia ada diperingkat 35, Austria  ada diperingkat 22, Meksiko ada diperingkat 81,  Spanyol ada diperingkat 28, Jepang ada diperingkat 23, Jerman ada diperingkat 5,  Inggris ada diperingkat 13, Prancis ada diperingkat 26 dan Amerika Serikat diperingkat  17. Dan jika dirata-rata, kesepuluh negara tersebut ada diperingkat 27.

Melihat fenomena tersebut termasuk selisih rata-rata peringkat HDI yang bak ‘bumi dan langit’, kini waktunya bagi kita untuk beralih atau lebih sering memakai transportasi publik seperti negara-negara maju, dengan alasan mengurangi polusi karena asap kendaraan bermotor, mengurangi kemacetan karena menjamurnya sepeda motor dan mobil, mengurangi konsumsi BBM di tengah menurunnya produksi minyak bumi kita, meningkatkan efisiensi waktu karena jalan raya lebih lengang dan lainnya.

Sejatinya maju tidaknya sebuah negara tidak hanya ditentukan oleh faktor moda transportasi yang digunakan masyarakatnya saja tapi juga faktor-faktor lainnya seperti ekonomi, pendidikan, kesehatan dan lainnya. Tetapi dengan kesadaran kita ditambah dukungan pemerintah sehingga lebih sering memakai transportasi umum seperti angkutan kota atau bus kota, perlahan-lahan kita melangkah menuju negara maju. (***/rdh)

 

 

Editor : Muhammad Ridhuan
#sepeda motor #moda transportasi #Universitas Mulia Balikpapan #bps