Bilamana keraguan masih menyelimuti alam batin; jikalau rasa pesimistis itu masih mengusik alam pikiran, saatnya kita menepisnya jauh-jauh. Kekuatan keyakinan dan optimisme menjadi senjata ampuh untuk menyongsong kegemilangan Indonesia. Optimisme itu mesti dimiliki oleh kita, terutama kaum muda sebagai penerus estafet kepemimpinan bangsa. Pemuda digadang-gadang bukan hanya sebagai katalisator pembangunan nasional. Lebih dari itu, pencetus gerakan perubahan sosial kemasyarakatan.
Tidak dipungkiri lagi, potensi yang dimiliki pemuda bisa menjadikan bangsa dan negara ini melesat jauh. Mampu meraih cita-cita besarnya. Seperti halnya mewujudkan Indonesia Emas 2045. Namun, potensi yang dimiliki tersebut akan menjadi tak berguna manakala kita sebagai Pemuda memilih duduk diam alias apatis terhadap realitas sosial.
Ide-ide brilian dan progresif menjadi tak berdampak tanpa adanya aksi nyata. Bangsa ini memerlukan pemuda yang memiliki keselarasan pikiran dan tindakan. Bukan sekadar jago berwacana, tapi miskin terobosan. Pun demikian dengan kepintaran yang harus diimbangi dengan integritas tinggi. Sebab, sudah terlalu sering, kita menyaksikan sendiri, betapa banyak orang-orang hebat, prestasinya segudang, gelarnya berderet-deret, tapi tetap menjadi 'bandit' negara.
Pemuda, sekali lagi, harus berani menunjukkan dan memperjuangkan idealismenya. Sekuat tenaga mesti menghindari segala macam jenis kompromi yang mengarah pada kepalsuan. Memang, cukup berat tantangannya. Harus melawan arus, bahkan kadang harus berani berbeda sendiri. Di situlah komitmen dan kesungguhannya diuji.
Pemuda hari ini adalah harapan masa depan. Sudah saatnya kita menempa diri, mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan. Berkemas-kemas untuk selalu meningkatkan iman, memperluas dan memperdalam ilmu, serta membiasakan diri mengamalkan apa yang telah dipelajari dan diketahui. Kita bertanggung jawab juga untuk menjadi 'kompas' penunjuk arah dan 'pelita' yang menerangi jalan.
Inisiatif, kepemimpinan, nasionalisme, kemampuan beradaptasi, kreativitas, dan daya inovasi juga menjadi modal utama menyambut masa depan Indonesia yang gilang-gemilang. Kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual juga harusnya dimiliki oleh kaum muda.
Dengan begitu, percayalah, Indonesia Emas 2045 bukan sekadar mimpi di siang bolong. Bukan hanya ilusi kosong. Indonesia Emas 2045 bisa kita raih dengan kekuatan optimisme dalam jiwa. Optimisme yang diiringi dengan langkah-langkah dan gebrakan-gebrakan konkret. Saatnya membuang jauh-jauh rasa inferior dalam diri. Kita adalah 'Garuda-Garuda Muda' yang siap mengangkasa.(*)
Editor : Thomas Priyandoko