Oleh: Assoc Prof Dr Vita Pramaningsih, ST M Eng
Dosen Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur
KALTIMPOST.ID - Sampah plastik masih menjadi salah satu persoalan lingkungan terbesar di kawasan permukiman perkotaan, termasuk di Samarinda. Setiap rumah tangga rata-rata menghasilkan limbah plastik sekali pakai setiap harinya, seperti kantong belanja, botol air mineral, dan kemasan makanan. Sampah plastik dapat diubah menjadi produk kerajinan bernilai guna dan bernilai ekonomi dengan sentuhan kreativitas dan inovasi.
Tim dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertema “Inovasi Produk Ramah Lingkungan dari Limbah Plastik sebagai Solusi Pengurangan Sampah di Permukiman melalui Pemberdayaan Dasawisma”.
Kegiatan ini berlangsung di Dasawisma Anggrek, Jalan Lambung Mangkurat, Gang 5, RT 22, Kelurahan Pelita, Kecamatan Samarinda Ilir, Kota Samarinda, setiap Sabtu selama 1,5 bulan, mulai akhir September hingga awal November 2025. Program ini merupakan bagian dari Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kemendiktisaintek, Tahun 2025, dengan nomor kontrak induk 343/C3/DT.05.00/PM-BATCH III/2025 dan nomor kontrak turunan 184/LL11/KM/2025.
Penerima hibah adalah tim dosen UMKT yang diketuai oleh Dr Vita Pramaningsih, ST., M.Eng. dari Program Studi Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat. Tim ini beranggotakan Rusdi, M.Si. (Prodi Kesehatan Lingkungan) dan Dr. Fenty Fauziah, M.Si., Ak., CA. (Prodi Magister Manajemen, Fakultas Ekonomi Bisnis dan Politik). Kegiatan juga melibatkan dua mahasiswa Prodi Kesehatan Lingkungan, yaitu Siti Muti’Ah dan Amalia Putri Norjannah.
Melalui kegiatan ini, warga Dasawisma Anggrek didampingi untuk berinovasi mengolah limbah plastik rumah tangga menjadi produk ramah lingkungan bernilai guna, seperti kerajinan tangan berupa tempat pensil, tas dari tutup botol, tas dari bungkus plastik, lampion dari sendok plastik, keranjang, dan meja-kursi dari botol plastik.
Dalam kegiatan tersebut, tim menyerahkan sejumlah alat dan bahan pendukung pembuatan kerajinan dari sampah plastik kepada Dasawisma Anggrek. Bantuan yang diserahkan meliputi mesin jahit, etalase, gunting, cutter, solder, lem tembak, dan tang, serta bahan pelengkap seperti kain, lem, klem plastik pengikat, lampu, kabel, dan aksesoris pendukung kerajinan lainnya.
Bantuan alat dan pelatihan ini merupakan langkah nyata untuk mendorong kreativitas warga sekaligus mengurangi timbulan sampah di lingkungan permukiman. Selain mengurangi timbulan sampah, kegiatan ini diharapkan mampu membuka peluang ekonomi bagi ibu-ibu Dasawisma.
Melalui pelatihan ini, kami ingin menunjukkan bahwa sampah plastik bisa diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Dasawisma menjadi ujung tombak perubahan perilaku dan inovasi di tingkat rumah tangga dalam mengelola dan mengolah sampah, terutama sampah plastik.
Kegiatan mendapat sambutan positif dari Ketua RT 22 Ibu Rusdiana, dan Ketua Dasawisma Anggrek Ibu Sherlyn Elshiana. Beliau senang sekali dengan kegiatan ini, ibu-ibu menjadi tahu cara mengurangi sampah dan menghasilkan karya yang berguna.
Selain itu ibu ibu juga dapat belajar praktik menjahit kerajian. Warga tampak antusias mengikuti sesi pelatihan dan praktik. Melalui kegiatan ini besar harapan kami, semangat inovasi lingkungan terus tumbuh di tingkat masyarakat.
Berkurangnya sampah plastik di lingkungan berdampak pada berkurangnya cemaran plastik di perairan seperti sungai dan mengurangi cemaran mikroplastik di masa mendatang. Bersama-sama kita dukung upaya pemerintah dalam mewujudkan kota Samarinda yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. (*)
Editor : Duito Susanto