Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Elegi dan Reuni di Grand Tjokro: Ketika Tirai Waktu Menyingkap Kerinduan sang Jurnalis

Redaksi • Rabu, 20 Mei 2026 | 14:38 WIB
Penulis menghadiri pelantikan dan pengukuhan pengurus SPS Kaltim masa bakti 2025-2029 di Ballroom Hotel Grand Tjokro Balikpapan, Rabu (20/5). Momentum tersebut menjadi ajang silaturahmi dan reuni insan pers lintas generasi di Kaltim.
Penulis menghadiri pelantikan dan pengukuhan pengurus SPS Kaltim masa bakti 2025-2029 di Ballroom Hotel Grand Tjokro Balikpapan, Rabu (20/5). Momentum tersebut menjadi ajang silaturahmi dan reuni insan pers lintas generasi di Kaltim.

 

Oleh: Rusdiansyah Aras (*)

KALTIMPOST.ID - Pagi itu, Ballroom Hotel Grand Tjokro Balikpapan bukan sekadar tempat pelantikan dan pengukuhan pengurus Serikat Perusahaan Pers (SPS) Kaltim masa bakti 2025-2029. Bagi saya, ruangan itu mendadak berubah menjadi mesin waktu.

Sebagai jurnalis senior yang kini dipercaya memimpin KONI Kaltim, langkah saya terasa berbeda ketika memasuki ballroom. Ada aroma khas dunia pers yang seolah kembali hidup. Saya seperti mendengar lagi suara mesin cetak, hiruk-pikuk ruang redaksi, hingga ketegangan mengejar deadline.

Formalitas acara pagi itu perlahan mencair. Yang tersisa justru suasana reuni penuh kehangatan. Kami, para alumni dan punggawa Kaltim Post Group, kembali dipertemukan oleh ikatan yang sama: dunia jurnalistik yang tak pernah benar-benar kami tinggalkan.

Baca Juga: 5 Olahan Daging Sapi Favorit Saat Iduladha, Nomor 3 Bikin Nagih

Di sudut ruangan, saya melihat banyak wajah yang pernah menjadi bagian penting perjalanan pers di Kalimantan Timur.

Penulis bersama mantan Pemimpin Redaksi Kaltim Post dan mantan Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendy.
Penulis bersama mantan Pemimpin Redaksi Kaltim Post dan mantan Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendy.

 

Ada Rizal Effendy, mantan Pemimpin Redaksi Kaltim Post yang kemudian dipercaya memimpin Balikpapan sebagai wali kota. Sosoknya tetap memancarkan ketajaman seorang jurnalis, meski kini lebih tenang dan penuh pengalaman.

Tak jauh dari sana, saya bertemu Agung Sakti. Dulu wartawan Kaltim Post, kini memimpin Universitas Mulia Balikpapan. Perjalanan hidupnya menjadi bukti bahwa ruang redaksi tak hanya melahirkan jurnalis, tetapi juga pemikir dan pemimpin.

Pandangan saya kemudian tertuju kepada Tatang Setyawan, mantan Direktur Kaltim Post yang dulu menjadi motor penggerak bisnis media kami. Bertemu mereka membuat waktu seperti berhenti sejenak.

Baca Juga: Waspada! Gangguan Ginjal Bisa Dideteksi dari Perubahan pada Kaki dan Kuku

Kami saling berjabat tangan, bertukar cerita, dan tertawa mengenang masa lalu. Suasana pelantikan SPS pun berubah menjadi ruang silaturahmi yang sarat emosi. Kami tidak sedang membahas teori pers atau strategi media. Kami sedang merawat kenangan dan menghargai perjalanan panjang yang pernah kami lalui bersama.

Di tengah suasana itu, saya juga melihat estafet perjuangan terus berjalan.

Anak-anak muda yang dulu mungkin masih belajar menulis berita, kini berdiri di garda depan media. Direktur Kaltim Post, Erwin Dede Nugroho, hadir bersama Wakil Direktur Supriyono dan Pemimpin Redaksi Romdani. Di pundak merekalah keberlangsungan media ini kini dipertaruhkan.

Penulis berfoto bersama generasi muda Kaltim Post Group yang tampil energik usai pelantikan pengurus SPS Kaltim masa bakti 2025-2029 di Ballroom Hotel Grand Tjokro Balikpapan, Rabu (20/5).
Penulis berfoto bersama generasi muda Kaltim Post Group yang tampil energik usai pelantikan pengurus SPS Kaltim masa bakti 2025-2029 di Ballroom Hotel Grand Tjokro Balikpapan, Rabu (20/5).

 

Sorotan utama pagi itu tentu tertuju kepada Ajid Kurniawan. Direktur Balikpapan Post tersebut resmi menjabat Ketua SPS Kaltim periode 2025-2029.

Melihat Ajid berdiri di podium, saya merasakan kebanggaan tersendiri. Ia tidak berjalan sendiri. Ada Eddy Adha, Suyono, dan banyak awak media lain yang memahami betul kerasnya kehidupan pers dan beratnya menjaga marwah media.

Hadir pula Wiji Winarko, Direktur Percetakan KPG, sosok yang selama ini bekerja di balik layar memastikan koran tetap hadir di tangan pembaca setiap pagi.

Kami yang senior mungkin kini berjalan di jalur berbeda. Ada yang masuk dunia olahraga, pendidikan, bisnis, hingga politik. Namun, melihat generasi penerus tetap bertahan di garis depan pers, saya percaya api perjuangan Kaltim Post Group belum pernah padam.

Baca Juga: Disdikbud Balikpapan Gelontorkan Rp 20 Miliar untuk Seragam Gratis Siswa Baru 2026

Bagi saya, pelantikan SPS Kaltim pagi itu bukan sekadar agenda organisasi. Ada ikatan emosional yang terasa begitu kuat. Ikatan yang lahir dari tinta cetak, tekanan deadline, dan perjuangan panjang di dunia jurnalistik.

Acara boleh selesai, tetapi silaturahmi yang terbangun pagi itu akan terus hidup. Kami pulang bukan hanya membawa kartu nama dan cerita baru, melainkan juga kenangan tentang dari mana semua perjalanan ini bermula: keluarga besar Kaltim Post Group.

Selamat kepada pengurus SPS Kaltim yang baru. Jaga marwah pers ini sebaik mungkin. Sebab, di dalamnya ada keringat, air mata, dan sejarah panjang yang menitipkan harapan. (*)

 

(Penulis merupakan jurnalis senior, pernah menjabat Direktur Kaltim Post dan saat ini aktif sebagai Ketua KONI Kaltim)

Editor : Ery Supriyadi
#Ajid Kurniawan #Grand Tjokro #SPS Kaltim #Kaltim Post Group #Rusdiansyah Aras