Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Menenun Integrasi Ekonomi: QRIS Antarnegara RI-Tiongkok Jadi Jembatan Masa Depan

Redaksi • Jumat, 22 Mei 2026 | 20:10 WIB
Plt Asisten Penyelia Perkasan, Arizona Franatama
Plt Asisten Penyelia Perkasan, Arizona Franatama

KALTIMPOST.ID - Dunia sedang menyaksikan pergeseran paradigma dalam sistem keuangan global. Transformasi digital bukan lagi sekadar wacana di atas kertas, melainkan realitas yang kita genggam setiap hari melalui layar ponsel. Di tengah dinamika ekonomi global, kerja sama implementasi QRIS antarnegara (cross border QR payment) antara Indonesia dan Tiongkok menjadi tonggak sejarah baru.

Langkah strategis ini bukan sekadar soal kemudahan bertransaksi bagi turis, melainkan upaya nyata memperkuat integrasi sistem pembayaran lintas negara yang efisien, transparan, dan inklusif. Keberhasilan integrasi ini didorong oleh fondasi infrastruktur digital dalam negeri yang kian kokoh. Menilik data Bank Indonesia, penetrasi QRIS telah melampaui ekspektasi banyak pengamat ekonomi.

Kepercayaan masyarakat terhadap penggunaan QRIS terus melesat. Berdasarkan data dari Bank Indonesia, pertumbuhan pengguna QRIS menunjukkan tren yang konsisten dan masif. Jika pada akhir 2023 jumlah pengguna berada di angka sekitar 45 juta, angka ini terus tumbuh hingga mencapai 62,5 juta pengguna pada awal 2026.

Baca Juga: Hetifah Sjaifudian: Harkitnas Jadi Momentum Bangun SDM Unggul dan Berkarakter

Data menunjukkan bahwa volume transaksi QRIS mengalami lonjakan signifikan terlihat pada 2025 tumbuh sebesar 180 persen (year on year/yoy) dibandingkan tahun sebelumnya, dengan total nominal transaksi mencapai angka yang fantastis, selaras dengan target Bank Indonesia dalam Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI).

Keputusan memperluas interkoneksi QRIS ke Tiongkok adalah langkah strategis yang sangat presisi. Tiongkok merupakan salah satu mitra dagang terbesar Indonesia dan sumber wisatawan mancanegara yang signifikan. Selama ini, wisatawan dan pelaku usaha dari Tiongkok sangat bergantung pada ekosistem pembayaran digital mereka sendiri seperti Alipay dan WeChat Pay. Implementasi QRIS antarnegara ini membawa dampak domino yang positif bagi berbagai sektor.

Dengan adanya interkoneksi QRIS antarnegara, turis asal Tiongkok cukup memindai kode QR milik pedagang di Indonesia menggunakan aplikasi mereka. Sebaliknya, warga Indonesia yang sedang berada di Beijing atau Shanghai dapat membayar bakpao di pinggir jalan atau belanja di mal hanya dengan memindai kode QR lokal menggunakan aplikasi perbankan atau dompet digital Indonesia.

Baca Juga: PNM Siapkan Mental Wirausaha 2.700 Siswa SMK Se-Indonesia Lewat PNM Mengajar

Semua transaksi ini diselesaikan melalui mekanisme Local Currency Settlement (LCS), yang berarti konversi dilakukan langsung dari Rupiah ke Yuan tanpa harus melalui Dollar AS. Hal ini secara langsung berkontribusi pada stabilitas nilai tukar Rupiah karena mengurangi ketergantungan pada mata uang pihak ketiga.

Dampak dari integrasi ini sangat multidimensional adalah bagi sektor pariwisata dan UMKM, ini adalah pintu gerbang menuju peningkatan pendapatan. UMKM di destinasi wisata seperti Labuan Bajo, Bali atau Borobudur kini memiliki posisi tawar yang sama dengan gerai ritel besar karena mampu menerima pembayaran internasional secara instan dan aman. Tidak ada lagi hambatan bagi pedagang kecil untuk melayani tamu mancanegara hanya karena masalah kembalian uang tunai.

Dari sisi efisiensi, pengguna diuntungkan dengan kurs yang lebih kompetitif dan transparansi biaya. Tidak ada lagi “biaya tersembunyi" yang sering muncul pada transaksi kartu kredit internasional.

Kemudian, integrasi ini memperkuat inklusi keuangan. Semakin banyak transaksi yang tercatat secara digital, semakin mudah bagi pelaku usaha mikro untuk membangun profil kredit guna mendapatkan akses pembiayaan formal.

Langkah Bank Indonesia dalam memperluas jangkauan QRIS yang sebelumnya sukses di negara Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang dan Korea Selatan membuktikan bahwa Indonesia bukan lagi sekadar pasar, melainkan pemain kunci (kreator standar) dalam sistem pembayaran regional. Integrasi dengan Tiongkok adalah pencapaian besar dalam peta jalan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI).

Namun, keberhasilan teknologi ini pada akhirnya bergantung pada kita sebagai pengguna. Teknologi yang canggih hanya akan menjadi artefak jika tidak dimanfaatkan secara optimal. Kita memiliki instrumen yang diakui dunia karena kemudahan dan keamanannya. QRIS telah bertransformasi dari sekadar stiker di meja kasir menjadi simbol kedaulatan ekonomi digital bangsa yang kini mampu berbicara di panggung internasional.

Mari kita dukung penuh akselerasi ekonomi nasional dengan beralih ke transaksi digital. Tidak perlu ragu, karena sistem ini dirancang untuk melindungi setiap rupiah yang Anda transaksikan. Mari menjadi bagian dari masyarakat modern yang cerdas secara finansial.

Baca Juga: Resmi! Manchester United Permanenkan Michael Carrick di Kursi Pelatih hingga 2028

Ayo, gunakan QRIS untuk setiap transaksi Anda. Karena dengan QRIS, pembayaran menjadi lebih cepat, mudah, murah, aman, dan handal (CeMuMuAH). Saatnya kita tunjukkan bahwa Indonesia siap menyongsong masa depan finansial tanpa batas. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#QRIS antarnegara #QRIS Indonesia Tiongkok #cross border QR payment #ekonomi digital Indonesia #transaksi digital