Oleh:
Assoc Prof Dr Vita Pramaningsih
Dosen Prodi Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, UMKT
KALTIMPOST.ID-Kesadaran terhadap pentingnya pelestarian lingkungan perlu ditanamkan sejak dini. Terutama di lingkungan sekolah sebagai tempat membentuk karakter generasi muda.
Berangkat dari semangat tersebut, tim dosen Program Studi (Prodi) Kesehatan Lingkungan Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) diketuai Dr Vita Pramaningsih dari Program Studi Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat.
Anggota tim meliputi Marjan Wahyuni (Prodi Kesehatan Lingkungan) dan Sri Wahyuni Jamal (Prodi Manajemen). Kegiatan itu melibatkan mahasiswa yaitu Naifah Najla, Aliya, Bily Prasetya dan Febrianno Suradinata.
Baca Juga: Warga Berau Diserang Buaya Saat Bersihkan Kapal di Sungai Tabalar Muara, Korban Alami Luka Serius
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berjudul “Pengembangan Sekolah Hijau (Green School) untuk Meningkatkan Kepedulian Lingkungan Murid di SMK Istiqomah Muhammadiyah 4 Samarinda”.
Pengabdian itu merupakan Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, Ruang Lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat, yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kemendiktisaintek, Tahun 2026, dengan Nomor Kontrak Induk 214/C3/DT.05.00/PM/2026 (13 April 2026) dan Kontrak Turunan 90/LL11/KM/2026 (23 April 2026).
Kegiatan berlangsung sejak pekan keempat Juni hingga Juli 2026 dengan melibatkan seluruh warga sekolah. Rangkaian kegiatan diawali dengan diskusi bersama Kepala SMK Istiqomah Muhammadiyah 4 Samarinda Jujuk Purnawan.
Diskusi itu untuk menyusun program yang sesuai kebutuhan dan kondisi sekolah. Pertemuan kemudian dilanjutkan bersama para guru untuk membahas penyusunan aturan green school yang akan menjadi pedoman dalam membangun budaya peduli lingkungan secara berkelanjutan.
Selanjutnya, tim pengabdi memberikan sosialisasi kepada guru dan murid mengenai konsep green school, pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah, penghematan energi dan air, serta peran setiap individu dalam menciptakan sekolah yang sehat dan ramah lingkungan.
Melalui kegiatan itu diharapkan seluruh warga sekolah memiliki pemahaman yang sama mengenai pentingnya menerapkan perilaku ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai bentuk implementasi nyata, dilakukan penanaman tanaman obat keluarga (Toga) yang melibatkan tim pengabdi, guru, serta para siswa.
Kegiatan itu tidak hanya mempercantik lingkungan sekolah, tetapi juga memberikan edukasi mengenai manfaat tanaman obat serta pentingnya penghijauan di lingkungan yang memiliki keterbatasan lahan.
Semangat gotong royong terlihat dari antusiasme seluruh peserta dalam menanam dan menata area hijau sekolah.
Untuk memperkuat edukasi lingkungan, tim juga membuat dan memasang papan-papan edukasi yang berisi pesan mengenai pemilahan sampah, penghematan energi listrik, penghematan penggunaan air, serta berbagai aturan green school.
Kehadiran media edukasi tersebut diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh warga sekolah agar terus membiasakan perilaku ramah lingkungan setiap hari.
Tidak hanya memberikan edukasi, tim pengabdian juga menyerahkan berbagai sarana dan prasarana pendukung green school.
Bantuan tersebut meliputi pot semen dan tanaman bunga untuk memperindah lingkungan sekolah; arko untuk memudahkan pengangkutan; selang, kran air dan gembor untuk menyirami tanaman; tanaman Toga beserta perlengkapan penanaman seperti cetok, sekop, polybag; cat, dan kuas untuk mengecat kayu dan dinding tanaman Toga.
Selain itu diserahkan pula tempat pengangkut sampah beroda berwarna hijau untuk sampah organik dan kuning untuk sampah anorganik untuk memudahkan proses pemilahan sampah di lingkungan sekolah.
Baca Juga: Konsistensi 4 Tahun PT Cotrans Asia Hijaukan Pesisir Paser lewat Program CAMP
Sebagai upaya mendukung pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular, tim juga menyerahkan keranjang besi khusus sebagai tempat pengumpulan botol plastik bekas.
Botol plastik yang terkumpul nantinya akan disalurkan ke bank sampah. Sehingga memiliki nilai ekonomi sekaligus mengurangi timbulan sampah plastik yang berakhir di tempat pembuangan akhir.
Melalui program ini, UMKT berharap green school tidak hanya menjadi sebuah kegiatan sesaat, tetapi berkembang menjadi budaya sekolah yang diterapkan secara konsisten.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah menjadi langkah strategis dalam membentuk generasi muda yang memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan, mampu menerapkan perilaku hidup berkelanjutan, serta menjadi agen perubahan bagi masyarakat di sekitarnya.
Dengan dukungan seluruh warga sekolah, SMK Istiqomah Muhammadiyah 4 Samarinda diharapkan bisa menjadi salah satu contoh sekolah yang berhasil mewujudkan lingkungan belajar yang bersih, hijau, sehat, dan berkelanjutan. (s/as/rd)
Editor : Romdani.