Catatan Rusdiansyah Aras; Empat Pilar Seno Aji dan Era Baru Pencak Silat Kaltim

Redaksi • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 12:51 WIB
Suasana Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) X Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kalimantan Timur di Ballroom Hotel Puri Senyiur, Samarinda, Sabtu (25/7). Forum tersebut menetapkan Seno Aji sebagai Ketua Pengprov IPSI Kaltim masa bakti 2026–2030 secara aklamasi. (NASYA RAHAYA/KALTIM POST)
Suasana Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) X Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kalimantan Timur di Ballroom Hotel Puri Senyiur, Samarinda, Sabtu (25/7). Forum tersebut menetapkan Seno Aji sebagai Ketua Pengprov IPSI Kaltim masa bakti 2026–2030 secara aklamasi. (NASYA RAHAYA/KALTIM POST)

 

KALTIMPOST.ID -  Sabtu (25/7) di Ballroom Hotel Puri Senyiur, Samarinda, menjadi saksi lahirnya babak baru dalam perjalanan sejarah olahraga bela diri di Kalimantan Timur. Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) Pengprov Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kaltim secara aklamasi menetapkan Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, sebagai Ketua Pengprov IPSI Kaltim masa bakti 2026–2030.

Keputusan terpilihnya Seno Aji bukan sekadar penyerahan tongkat estafet kepemimpinan, melainkan wujud kepercayaan kolektif dari seluruh pengurus cabang kabupaten/kota serta perguruan silat se-Kaltim. Lebih dari itu, kepemimpinan Seno Aji mempertegas komitmen pemerintah daerah untuk hadir secara nyata di tengah gelanggang pembinaan olahraga warisan leluhur ini.

Saat menutup arena Musorprov, Seno Aji meletakkan arah dan peta jalan pencak silat Benua Etam melalui empat pesan penting.

1. Penguatan Tata Kelola dan Soliditas Organisasi

Bagi dunia olahraga, organisasi adalah fondasi. Tanpa tata kelola yang transparan dan akuntabel, mustahil melahirkan atlet berprestasi tinggi secara konsisten. Seno Aji menekankan pentingnya menjaga adab dan kebersamaan antarperguruan. Pencak silat adalah olahraga tradisi yang menjunjung tinggi nilai kehormatan. Karena itu, dinamika internal harus melebur menjadi satu visi besar demi kejayaan Kaltim di panggung nasional maupun internasional.

Baca Juga: Disketapang PPU Buka Layanan Gratis Registrasi PSAT-PDUK, Ini Syarat dan Prosedurnya

2. Pembinaan Atlet Berkelanjutan dan Berjenjang

Prestasi olahraga yang sejati tidak lahir dari sistem instan. Pembinaan harus dirajut secara berjenjang melalui kejuaraan usia dini, remaja, hingga antarperguruan yang digelar secara rutin. Pemusatan latihan (training camp/TC) jangka panjang dan terstruktur mutlak diperlukan untuk membentuk fisik, mematangkan teknik, serta memperkuat mental bertanding pesilat Kaltim agar mampu bersaing dengan daerah-daerah kuat lainnya.

3. Peningkatan Kualitas Sarana, Prasarana, dan SDM Kepelatihan

Untuk menyamai, bahkan melampaui, dominasi daerah-daerah di Pulau Jawa dan Sumatra, Kaltim wajib memperkuat ekosistem pendukungnya. Langkah tersebut diwujudkan melalui pembenahan fasilitas latihan serta peningkatan kualitas pelatih dan wasit/juri lokal. Standardisasi lisensi, pemahaman terhadap aturan pertandingan modern (rules of the game), serta penerapan sport science menjadi kunci agar pesilat Kaltim semakin kompetitif di gelanggang.

4. Target Prestasi Tinggi di Pentas Nasional dan Internasional

Pencak silat selama ini menjadi salah satu lumbung medali andalan kontingen Kaltim. Dengan tradisi prestasi yang terus terjaga, termasuk kiprah pesilat Kaltim di kejuaraan dunia, target besar telah dicanangkan untuk menghadapi PON XXII di NTB–NTT. Komitmen pemerintah daerah dalam memberikan apresiasi dan dukungan anggaran diharapkan menjadi bahan bakar motivasi bagi atlet dan pelatih untuk terus mengibarkan panji Kaltim dan Merah Putih.

Baca Juga: ​Peralihan dari DTKS ke DTSEN, Panduan Cek Status dan Cara Daftar Bansos

"Pencak silat bukan hanya tentang merawat seni bela diri tradisi, tetapi juga menegakkan kehormatan daerah melalui raihan prestasi tertinggi."

Musorprov di Puri Senyiur telah usai, tetapi pekerjaan besar baru saja dimulai. Dengan kombinasi kepemimpinan yang matang, dukungan fiskal daerah, serta soliditas seluruh elemen perguruan, era baru pencak silat Kalimantan Timur memiliki peluang besar untuk melompat lebih tinggi di level nasional maupun internasional. (*)

(Penulis merupakan jurnalis senior dan Ketua KONI Kaltim periode 2022-2026)

Editor : Ery Supriyadi
IPSI Kaltim Musorprov IPSI KONI kaltim seno aji pencak silat Kaltim