MBG Hadirkan Manfaat Ganda di Sidodamai: Anak Sekolah Terpenuhi Gizinya, UMKM Lebih Berdaya

Adhiel kundhara • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 22:20 WIB
Kelompok III PKP PUSJAR LAN Angkatan III Tahun 2026.
Kelompok III PKP PUSJAR LAN Angkatan III Tahun 2026.

Oleh:

Kelompok III PKP PUSJAR LAN Angkatan III Tahun 2026

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di wilayah Kelurahan Sidodamai, Kecamatan Samarinda Ilir. Kehadiran program tersebut tidak hanya memberikan akses makanan bergizi bagi anak-anak sekolah, tetapi juga membuka ruang keterlibatan bagi pelaku usaha kecil, termasuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), dalam mendukung pelaksanaan program pemerintah tersebut.

Di tengah aktivitas sekolah yang padat, makanan bergizi menjadi bagian penting dalam menunjang tumbuh kembang dan kesiapan anak mengikuti proses pembelajaran. Melalui MBG, siswa memperoleh makanan yang disiapkan dengan memperhatikan kebutuhan gizi sehingga diharapkan dapat membantu memenuhi asupan harian mereka.

Bagi siswa di wilayah Sidodamai, MBG bukan sekadar makanan yang diterima secara gratis. Program ini menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap kebutuhan dasar anak sekolah sekaligus upaya membangun kebiasaan mengonsumsi makanan yang lebih bergizi.

“Pelaksanaan Program pemerintah ini yang termasuk dalam proyek strategis nasional menjadi program yang sangat bermanfaat di kelurahan kita, yang saya tinjau langsung ke SPPG dan meninjau langsung ke sekolah sekolah serta posyandu semua mendapatkan gizi yang layak dan menu yang disajikan sudah memenuhi standart, harapan saya program ini bisa menjadi berkelanjutan,” ujar Lurah Sidodamai, TISNA SE, saat ditemui di PUSJAR LAN Samarinda, 1 September 2026.

Manfaat yang Dirasakan Anak Sekolah

Pelaksanaan MBG di wilayah Kelurahan Sidodamai memberikan manfaat yang cukup nyata bagi siswa penerima. Berdasarkan hasil pengamatan dan informasi dari lapangan, siswa mendapatkan makanan pada waktu yang telah ditentukan sehingga mereka tidak perlu sepenuhnya mengandalkan uang saku untuk memenuhi kebutuhan makan selama berada di sekolah.

Kehadiran makanan bergizi juga dapat membantu mengurangi kebiasaan anak membeli jajanan yang belum tentu memenuhi standar kebutuhan gizi serta tidak ada yang menjamin keterbutuhan kandungan gizinya. Dengan tersedianya makanan yang lebih terjamin, siswa dan tenaga pendidik memiliki alternatif makanan yang dapat mendukung kebutuhan energi mereka selama mengikuti kegiatan belajar dan mengajar.

Di wilayah kerja Kelurahan Sidodamai terdapat 2 Sekolah Dasar Negeri 007 dan Sekolah dasar Negeri 009, Posyandu yang terdiri dari Balita, Ibu Hamil, dan Ibu menyusui yang menjadi bagian dari pelaksanaan MBG dengan jumlah penerima total sekitar 1.145 penerima manfaat. Data tersebut menunjukkan bahwa program ini memiliki jangkauan yang cukup penting dalam mendukung pemenuhan gizi anak usia sekolah, balita, ibu hamil dan ibu menyusui.

Bagi orang tua, keberadaan MBG juga dapat memberikan rasa terbantu karena sebagian kebutuhan makanan anak selama berada di sekolah telah dipenuhi melalui program tersebut.

No

Penerima Manfaat

Jumlah

1

SDN 007

755

2

SDN 009

390

 

8 Posyandu di 32 RT

 

4

Balita

209

5

Ibu Hamil

15

6

Ibu Menyusui

76

7

Total

1.145

 

Data jumlah penerima manfaat MBG, Di kelurahan Sidodamai, Kec Samarinda Ilir

UMKM Tidak Hanya Menjadi Penonton

Hal menarik lainnya dalam pelaksanaan MBG di Sidodamai adalah adanya keterlibatan Usaha Mikro dan Menengah atau UMKM. Kelompok usaha kecil yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan ekonomi masyarakat sekitar sekolah dapat mengambil peran dalam ekosistem pelaksanaan program.

Keterlibatan UMKM memberikan perspektif bahwa MBG tidak harus berhenti pada persoalan pemenuhan makanan bagi siswa. Jika dikelola dengan baik, program ini juga dapat menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Para pedagang dapat memperoleh kesempatan untuk terlibat sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan, sementara program pemerintah dapat memberikan dampak yang lebih luas.

“Alhamdullah, omset penjualan dari yang kami jual seperti Telur, Ikan, Ayam, Susu UHT terus meningkat, pemenuhan ini oleh SPPG Sidodamai, begitupun juga dari UMKM lainnya,” kata , salah satu pedagang di sekitar wilayah Sidodamai.

Keterlibatan tersebut sekaligus menjadi contoh bahwa keberhasilan program pemerintah membutuhkan partisipasi masyarakat. Pemerintah, sekolah, masyarakat, pelaku usaha kecil, dan pihak-pihak terkait memiliki peran masing-masing dalam memastikan program berjalan dengan baik.

 

Dari Gizi hingga Pemberdayaan Ekonomi

Jika dilihat dari dampaknya, MBG di Sidodamai memiliki setidaknya dua sisi manfaat. Pertama, manfaat langsung berupa dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan makanan bergizi bagi anak sekolah. Kedua, manfaat tidak langsung berupa terbukanya peluang keterlibatan masyarakat dan pelaku usaha kecil dalam mendukung program.

Dua manfaat tersebut menunjukkan bahwa program MBG dapat menjadi bagian dari kebijakan yang memiliki dampak sosial lebih luas. Program tidak hanya berbicara mengenai makanan yang sampai ke tangan siswa, tetapi juga bagaimana proses pelaksanaannya dapat memberikan ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi.

Namun, keberlanjutan manfaat tersebut tetap membutuhkan pengawasan. Kualitas makanan, kebersihan, keamanan pangan, ketepatan waktu distribusi, variasi menu, serta mekanisme keterlibatan UMKM perlu menjadi perhatian bersama.

Keterlibatan UMKM juga perlu dilakukan secara terarah agar tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi tetap menjamin standar kualitas dan keamanan pangan yang menjadi bagian penting dalam pelaksanaan MBG.

Harapan dari Sidodamai

Pengalaman di Sidodamai memberikan gambaran bahwa MBG berpotensi menjadi program yang memberikan manfaat ganda. Anak-anak mendapatkan dukungan pemenuhan gizi, sementara masyarakat lokal memperoleh kesempatan untuk mengambil bagian dalam pelaksanaannya.

Ke depan, penguatan koordinasi antara kelurahan, sekolah, pelaksana MBG, masyarakat dan pelaku usaha kecil menjadi penting. Data penerima manfaat juga perlu diperbarui secara berkala agar pelaksanaan program benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Dengan pengawasan dan kolaborasi yang baik, MBG diharapkan tidak hanya menjadi program makan bagi anak sekolah, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama untuk membangun generasi yang sehat sekaligus memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Dari Sidodamai, pesan yang muncul cukup sederhana: ketika anak mendapatkan makanan bergizi dan masyarakat diberi ruang untuk berdaya, manfaat sebuah program pemerintah dapat dirasakan lebih luas.

Editor : Muhammad Ridhuan
kelurahan Sidodamai Makan Bergizi Gratis umkm Mbg