KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Menghadapi situasi darurat saat berkendara—seperti mesin mati mendadak, overheat, atau ban bocor—sering kali memicu kecemasan pengemudi. Kunci utama mengatasi masalah teknis ini adalah tetap tenang agar dapat mengambil tindakan cepat dan aman di jalanan.
Saat kendaraan mendadak mogok, pengemudi diimbau segera mengurangi kecepatan dan menepi ke bahu jalan secara perlahan. Setelah berhenti, nyalakan lampu hazard serta pasang segitiga pengaman di belakang mobil untuk memberi tanda pengemudi lain.
Jika mesin gagal menyala akibat aki melemah, pertolongan pertama dapat dilakukan dengan memancing daya menggunakan kabel jumper dari aki kendaraan lain atau menghubungi layanan darurat diler resmi. Namun, apabila penyebab kerusakan tidak teridentifikasi, pengemudi disarankan tidak memaksakan diri dan langsung mengontak bengkel resmi terdekat.
Masalah lain yang kerap terjadi adalah mesin panas berlebih (overheat), yang ditandai menyalanya simbol indikator suhu di papan instrumen (dashboard). Jika kondisi ini terjadi, berikut langkah penanganan yang tepat:
-
Hentikan kendaraan di tempat aman dan rata, lalu matikan mesin.
-
Buka kap mesin setelah uap mereda untuk memberikan sirkulasi udara.
-
Periksa kipas pendingin; pastikan komponen tersebut tetap berputar.
-
Cek volume air pendingin di tabung cadangan (reservoir) dan tambahkan jika berada di bawah batas minimum.
-
Inspeksi selang radiator dari potensi kebocoran serta pastikan drive belt tidak kendur atau putus.
Sementara itu, untuk penanganan ban bocor—yang biasanya ditandai kemudi bergetar atau menarik ke salah satu sisi—pengemudi wajib segera menepi ke lokasi yang rata dan stabil. Aktifkan rem parkir, pasang ganjal roda secara diagonal dari posisi ban bocor, lalu posisikan tuas transmisi di angka R (manual) atau P (otomatis) sebelum mematikan mesin. Pasang segitiga pengaman dan minta penumpang menunggu di area terlindung selama proses penggantian ban.
Meski demikian, tidak semua masalah teknis dapat ditangani sendiri di pinggir jalan. Kendaraan wajib dievakuasi menggunakan truk derek apabila:
-
Mesin tetap hidup tetapi mobil tidak mau bergerak, atau muncul suara tidak normal dari ruang mesin.
-
Terjadi kebocoran oli atau cairan vital di bagian kolong kendaraan.
-
Roda terperosok ke dalam parit atau selokan.
Bagi pengemudi pemula maupun wanita yang berkendara sendirian, perawatan rutin melalui servis berkala di bengkel resmi menjadi langkah pencegahan terbaik. Jika tetap terjebak situasi darurat, tetaplah berada di dalam mobil dengan pintu terkunci rapat sambil mengamankan barang berharga hingga bantuan resmi tiba.(*)
Editor : Thomas Priyandoko