KALTIMPOST.ID - Touring menggunakan SUV untuk menempuh perjalanan jauh membutuhkan persiapan yang tidak bisa dilakukan secara mendadak. Kondisi kendaraan, pemilihan perlengkapan, hingga pemahaman terhadap karakter rute perlu diperhatikan sebelum perjalanan dimulai.
Bagi pencinta perjalanan darat, rute panjang dapat menghadirkan kondisi jalan yang berbeda-beda. Perjalanan bisa dimulai dari jalan perkotaan dan tol, kemudian berlanjut menuju jalur antarkota dengan permukaan jalan yang lebih beragam.
Kondisi tersebut membuat kendaraan perlu berada dalam keadaan prima sebelum digunakan. Bukan hanya mesin, sejumlah komponen yang berkaitan langsung dengan keselamatan dan kenyamanan juga perlu diperiksa.
Pengalaman tersebut dirasakan Heru Firdausi Syarif, pengguna Mitsubishi Pajero Sport yang telah menggunakan SUV tersebut untuk berbagai perjalanan jauh. Bersama komunitas Pajero Sport Family (PSF), ia telah menjelajahi sejumlah wilayah di Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi.
Baca Juga: Biar Nutrisi Maksimal, Jangan Asal Olah Ikan Gabus Pascaoperasi
Menurut Heru, kemampuan kendaraan tetap menjadi salah satu faktor penting ketika mobil digunakan untuk perjalanan dengan karakter jalan yang berbeda-beda. Namun, persiapan perjalanan tidak selalu berarti melakukan modifikasi secara berlebihan.
"Selain tenaganya yang bagus, desain bodinya yang gagah dan kemampuannya yang tangguh di segala medan, pengalaman menarik punya Pajero Sport adalah bisa dibawa touring bersama komunitas Pajero Sport Family," ungkap Heru.
1. Pastikan Perawatan Kendaraan Sudah Dilakukan
Perjalanan jauh membuat kendaraan bekerja dalam waktu yang lebih panjang dibandingkan penggunaan sehari-hari. Karena itu, kondisi kendaraan sebaiknya diperiksa terlebih dahulu sebelum digunakan untuk touring.
Heru mengatakan, persiapan touring yang dilakukannya tidak membutuhkan perubahan besar pada kendaraan. Perawatan rutin di bengkel resmi menjadi salah satu hal yang dianggap penting untuk menjaga kondisi mobil.
"Enggak ada yang begitu spesial untuk persiapannya. Cukup rawat rutin di bengkel resmi Mitsubishi Motors saja, karena secara performa sudah cukup sekali untuk dibawa perjalanan jauh," jelas Heru.
Pemeriksaan sebelum perjalanan dapat menjadi kesempatan untuk mengetahui kondisi sejumlah komponen kendaraan. Pengemudi juga dapat memastikan tidak ada masalah yang berpotensi mengganggu perjalanan ketika kendaraan sudah berada jauh dari tempat servis.
2. Perhatikan Kondisi Ban
Ban menjadi salah satu komponen yang tidak boleh luput dari pemeriksaan sebelum touring. Selain kondisi telapak, tekanan angin dan kesesuaian ban dengan karakter perjalanan juga perlu diperhatikan.
Heru melakukan penyesuaian pada sektor ban ketika mempersiapkan kendaraan untuk kemungkinan melewati jalur berlumpur. Ia memilih ban dengan tapak yang lebih kasar untuk mengantisipasi kondisi jalan tertentu.
"Paling hanya mengganti ban dengan yang tapaknya agak kasar untuk jaga-jaga masuk ke jalur lumpur," tambah Heru.
Baca Juga: Daftar 14 Pejabat Kemenkeu yang Dilantik Suahasil, Ada Ihsan Priyawibawa Pimpin DJP Kaltimtara
Namun, penggunaan ban dengan karakter tertentu tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan perjalanan. Pengemudi sebaiknya mempertimbangkan kondisi permukaan jalan, cuaca, serta karakter rute sebelum menentukan pilihan.
3. Pahami Karakter Kendaraan
Hal lain yang perlu diperhatikan sebelum melakukan perjalanan jauh adalah memahami karakter kendaraan yang digunakan. Setiap varian memiliki spesifikasi dan sistem penggerak yang berbeda sehingga pengguna perlu menyesuaikannya dengan kebutuhan perjalanan.
Bagi pengemudi yang akan melewati rute dengan karakter jalan beragam, informasi mengenai kondisi kendaraan, jenis ban, serta kemampuan sistem penggerak perlu dipahami sejak awal. Dengan begitu, persiapan perjalanan dapat dilakukan berdasarkan kondisi rute, bukan sekadar menambahkan aksesori pada kendaraan.
Pemahaman tersebut juga membantu pengemudi menentukan batas kemampuan kendaraan. Keputusan untuk melanjutkan perjalanan atau mencari jalur alternatif sebaiknya tetap mempertimbangkan kondisi jalan dan keselamatan.
4. Jangan Abaikan Kenyamanan Kabin
Touring jarak jauh bukan hanya soal kemampuan kendaraan melewati berbagai kondisi jalan. Kenyamanan pengemudi dan penumpang juga perlu diperhatikan karena perjalanan dapat berlangsung selama berjam-jam.
Posisi duduk, kondisi kabin, ruang penyimpanan, hingga perlengkapan yang dibawa dapat memengaruhi kenyamanan sepanjang perjalanan. Barang bawaan sebaiknya ditata dengan rapi agar tidak mengganggu ruang penumpang maupun pandangan pengemudi.
Kondisi fisik pengemudi juga tidak kalah penting. Istirahat secara berkala perlu direncanakan, terutama ketika perjalanan menempuh jarak panjang dan melewati kondisi jalan yang membutuhkan konsentrasi tinggi.
5. Sesuaikan Persiapan dengan Karakter Rute
Kesalahan yang sering terjadi dalam mempersiapkan touring adalah menganggap seluruh perjalanan memiliki kebutuhan yang sama. Padahal, rute perkotaan, perjalanan antarkota, kawasan pegunungan, hingga jalur dengan permukaan tanah membutuhkan perhatian yang berbeda.
Sebelum berangkat, pengemudi dapat mempelajari rute dan memperkirakan kondisi jalan yang akan dilalui. Informasi mengenai cuaca, lokasi pengisian bahan bakar, tempat istirahat, serta akses bengkel juga dapat membantu perjalanan lebih terencana.
Baca Juga: Seruan Boikot Terpa Andre Taulany Usai Nikahi Amanda Rigby
Perlengkapan darurat juga sebaiknya disiapkan sesuai kebutuhan. Ban cadangan, dongkrak, alat bantu sederhana, kotak P3K, serta perlengkapan komunikasi dapat menjadi bagian dari persiapan ketika melakukan perjalanan ke wilayah yang jauh dari fasilitas umum.
Touring Bukan Sekadar Mengejar Jarak
Pengalaman Heru memberikan gambaran bahwa touring jarak jauh tidak selalu membutuhkan kendaraan dengan ubahan ekstrem. Perawatan rutin, pemeriksaan komponen, pemilihan perlengkapan yang sesuai, serta pemahaman terhadap rute justru menjadi bagian penting dari persiapan.
Pendekatan tersebut dapat diterapkan pada berbagai jenis SUV dan perjalanan. Kendaraan yang siap digunakan harus didukung pengemudi yang memahami kondisi mobil serta mampu menyesuaikan cara berkendara dengan situasi di perjalanan.
Pada akhirnya, touring bukan sekadar mengejar seberapa jauh kendaraan mampu berjalan. Perencanaan yang matang membantu perjalanan berlangsung lebih aman, nyaman, dan sesuai dengan kondisi medan yang dihadapi.
Editor : Agus Prayitno