KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Pemilik sepeda motor diimbau untuk lebih memperhatikan kondisi oli pelumas kendaraan mereka. Pasalnya, oli mesin yang menggumpal hingga membentuk endapan atau lumpur (sludge) dapat memicu kerusakan serius pada komponen dalam mesin jika terus dibiarkan.
Gumpalan tersebut umumnya muncul akibat pelumas yang terdegradasi, kontaminasi cairan lain, suhu mesin yang terlalu tinggi, hingga penggunaan oli yang tidak sesuai dengan spesifikasi pabrikan.
Setidaknya terdapat 11 faktor utama yang menyebabkan oli motor berubah tekstur menjadi kental dan mengendap:
-
Terlambat mengganti oli: Pelumas yang dipakai melebihi batas usia pakai akan mengalami penurunan kualitas secara drastis hingga membentuk endapan kotoran.
-
Spesifikasi oli tidak sesuai: Tingkat kekentalan (viscosity) yang tidak cocok dengan kebutuhan mesin dapat mengganggu kinerjanya.
-
Mesin sering mengalami overheat: Suhu dingin maupun panas ekstrem yang berlebihan mempercepat proses degradasi kimiawi pada oli.
-
Kualitas oli rendah: Penggunaan oli berkualitas buruk atau tidak memenuhi standar mutu lebih cepat mengalami perubahan sifat dasar.
-
Kontaminasi air: Air yang merembes ke dalam ruang pelumasan mengubah warna, konsistensi, dan efektivitas oli secara signifikan.
-
Bercampur bahan bakar: Kebocoran sisa pembakaran atau BBM ke sistem pelumasan merusak karakteristik perlindungan oli.
-
Filter oli tersumbat: Penyaring yang penuh kotoran menghambat sirkulasi pelumas ke seluruh bagian mesin.
-
Motor jarang dipakai: Kendaraan yang lama menganggur memicu penumpukan kelembapan udara dan endapan kimia di dalam ruang mesin.
-
Pembakaran tidak sempurna: Sisa pembakaran yang pekat meningkatkan deposit karbon dan kontaminasi pelumas.
-
Kebocoran komponen internal: Kebocoran pada paking (gasket) atau seal memungkinkan cairan luar bercampur dengan oli.
-
Kerak lama belum dibersihkan: Endapan sisa oli lama yang tertinggal akan langsung mencemari dan mengontaminasi oli baru.
Jika menemukan indikasi sludge saat pengecekan rutin, pemilik kendaraan disarankan tidak sekadar melakukan penggantian oli baru. Penanganan harus dilanjutkan dengan pemeriksaan menyeluruh pada filter, sistem pendingin, hingga potensi kebocoran agar masalah serupa tidak terulang.(*)
Editor : Thomas Priyandoko