KALTIMPOST.ID, TANA PASER — Program Cotrans Asia Mangrove Program (CAMP) oleh PT Cotrans Asia (CTA) Site Kideco kembali digelar pada tahun 2024. Kali ini, kegiatan penanaman mangrove dilaksanakan di Sungai Kelangan, Desa Muara Adang, Kecamatan Longikis, dengan menanam 9.000 bibit mangrove.
Seremonial penanaman berlangsung di lapangan sepak bola Desa Muara Adang pada Senin pagi, 29 Juli 2024. Acara ini merupakan bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada 5 Juni dan Hari Mangrove Sedunia pada 26 Juli.
Direktur Utama PT Cotrans Asia (CTA), Surya Aribowo, menegaskan komitmen perusahaan dalam membantu mengatasi krisis iklim melalui inovasi dan prinsip keadilan. "Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Hari Mangrove Sedunia mengingatkan kita semua tentang pentingnya menjaga lingkungan secara berkelanjutan," ujarnya.
Aribowo menjelaskan bahwa penanaman mangrove dipilih karena tanaman ini berperan penting dalam menjaga ekosistem hutan bakau pesisir. Mangrove tidak hanya melestarikan lingkungan tetapi juga berfungsi mencegah badai tsunami, erosi laut, dan menyerap karbon hingga lima kali lebih banyak dibandingkan tumbuhan darat.
Program ini merupakan bentuk tanggung jawab lingkungan perusahaan pelayaran tersebut. Tahun lalu, pada 12 Agustus 2023, Cotrans juga melakukan penanaman 2.500 bibit mangrove di Desa Harapan Baru, Kecamatan Kuaro. “Kami sangat bersyukur dapat menanam lebih banyak tahun ini. Setiap karyawan menyumbang satu pohon sesuai dengan permintaan Kideco yang awalnya 3 karyawan untuk 1 pohon,” tambah Aribowo.
Setelah penanaman, Cotrans akan membentuk tim pengawasan bersama warga desa untuk merawat tanaman agar tumbuh dan berkembang dengan baik. Pemeliharaan serupa juga dilakukan selama 12 bulan pada program sebelumnya.
Perwakilan dari Kideco, Ayub Zalman, menekankan bahwa ini adalah wujud nyata komitmen berkelanjutan Cotrans dan mitranya dalam kepedulian terhadap lingkungan hidup. “Kami berharap pada 2025, mitra usaha kami dapat kembali melaksanakan kegiatan serupa,” ujarnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Paser, Achmad Safari, mengapresiasi program ini sebagai kontribusi signifikan dalam mencegah degradasi lingkungan. “CAMP adalah aksi nyata dalam penyelesaian krisis iklim. Krisis iklim tidak bisa hanya diatasi dengan retorika, tetapi memerlukan aksi konkret seperti yang dilakukan oleh Cotrans,” kata Safari.
Acara seremonial ini dihadiri oleh berbagai mitra Cotrans dari pemerintah dan dunia usaha, termasuk BKSDA Kaltim, DLH Paser, pemerintah desa, Kideco, PT Interport Mandiri Utama, Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan, Polairud, Kantor Kesehatan, dan lainnya. (Adv/jib)
Editor : Thomas Dwi Priyandoko