Wisata Air Terjun Doyam Turu di Paser Akan Semakin Nyaman Dikunjungi, Pemkab Guyur Rp 3 Miliar untuk Tambah Fasilitas
Muhammad Najib• Selasa, 3 September 2024 | 05:00 WIB
DlTINGKATKAN: Wisata Air terjun Lempesu atau Doyam Turu akan ditingkatkan fasilitasnya.
KALTIMPOST.ID, TANA PASER - Untuk meningkatkan daya tarik wisatawan ke wisata air terjun Doyam Turu Liang Batulis di Desa Lempesu Kecamatan Paser Belengkong,
Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Paser gelontorkan anggaran Rp 3 miliar untuk benahi fasilitas dan tunjang kenyamanan pengunjung.
Kepala Disporapar Kabupaten Paser Kurniawan mengatakan, anggaran itu bersumber dari APBD Kabupaten Paser 2024. Peruntukannya penataan gerbang pintu masuk, gazebo, musala, hingga kios atau kantin. Kemudian area parkir, jembatan hingga area untuk camping.
Apalagi Air terjun Doyam Turu ini lokasinya berdekatan dengan Gunung Embun atau Gunung Boga, wisata terfavorit di Paser. Dengan penataan itu diharapkan jadi daya tarik baru penghobi pelancong wisata.
Pengunjung setelah bermalam dan menikmati embun di Gunung Boga pada pagi hari, begitu mau pulang bisa sekaligus singgah di Doyam Turu.
"Aksesnya mudah, hanya sekitar 15 sampai 20 menit dengan berkendara roda dua," kata Kurniawan, Senin (2/9).
Air terjun Doyam Turu memiliki arti tujuh tingkat. Karena memiliki tujuh undakan yang berbeda-beda ketinggiannya. Sementara Liang Batulis punya arti gua batu tulis. Konon, dalam gua terdapat tulisan-tulisan kuno zaman kerajaan.
Tak hanya sekadar menikmati wisatanya yang indah, namun juga banyak nilai sejarah dan budaya, bagaimana dulunya Kerajaan Sadurengas.
Air terjun Doyam Turu berjarak kurang lebih 30 kilometer dari pusat kota Tanah Grogot. Meski tidak terlalu lalu tinggi, objek wisata tersebut cukup ramai dikunjungi oleh wisatawan. Akses ke lokasi juga terbilang mudah, karena dapat ditempuh menggunakan kendaraan roda dua maupun empat.
Air Terjun Lempesu sudah dilengkapi berbagi sarana dan prasarana, seperti lahan parkir kendaraan dan sebagainya Wisata alam tersebut juga memiliki kolam yang cukup luas di bawah pancuran air terjun, sehingga pengunjung juga bisa mandi menikmati kesegaran Air Terjun Lempesu.
Setibanya di Doyam Turu, pengunjung lebih dulu harus berjalan kaki sekira 15 menit untuk mencapai titik yang dimaksud. Akses jalannya kini sudah semakin membaik, meski pengunjung harus berjalan kaki sekitar 10 menit melewati jalan setapak yang berkelok-kelok.
Kurniawan yakin Air terjun Doyam Turu bakal jadi favorit lagi. Terlebih sarana dan prasarana yang sebelumnya rusak telah dilakukan perbaikan. Dulunya di era tahun 2000an, wisata ini sangat favorit dikunjungi warga Paser. Namun karena tidak ada peningkatan, akses jalannya rusak, akhirnya sepi. (*)