Kabid Pengelola Informasi Publik (PIP) Diskominfo Badung Imadiadi Parwate saat ini kerjasama dengan media tidak hanya di Diskominfo, tapi juga ada di Prokopim atau biasa dikenal Humas. Hal tersebut berdasarkan keinginan pimpinan agar variasi berita pemberitaan bisa lebih banyak.
"Jadi kami di Diskominfo lebih fokus ke dinas dan desa-desa, namun jika ada momen penting kami juga tetap meliput kepala daerah," kata Imadiadi, Jum'at (11/10/2024).
Menurutnya hal yang paling penting adalah koordinasi dengan Prokopim dan awak media. Dengan keterbatasan jumlah personel tim peliputan di Diskominfo, banyak wartawan yang akhirnya bisa membantu. Begitu juga dengan Prokopim, selalu berkoordinasi agar tidak ada double liputan kepala daerah dengan tema yang sama. Jika ada kegiatan liputan dihadiri pejabat sekretariat daerah biasanya Diskominfo mundur, dan itu ranah Prokopim.
"Saya selalu arahkan ke anggota agar meliput sisi teknisnya jika harus tetap meliput kepala daerah atau pejabat sekretariat daerah, kami ingin masyarakat paham secara teknisnya," katanya.
Saat ini Diskominfo Badung menjalin kerjasama dengan 11 media cetak, 34 media online, 3 media TV, dan 3 media nasional. Untuk pembinaan kepada wartawan, dia menyebut harus langsung dari hati ke hati hubungan dibangun. Per tiga bulan ada agenda ngopi bareng.
"Teman-teman media di sini banyak tempat nongkrongnya, bisa di prokopim atau di Kominfo bebas saja," katanya.
Kabid Informasi Komunikasi Publik Asnan Lathief mengatakan kunjungan ini adalah bentuk kemitraan DKISP Paser dengan jurnalis.
"Semoga inovasi di sini khususnya teknis bagaimana peran jurnalis di Bali mempublikasikan berita dan bekerjasama bisa diterapkan di Paser," kata Asnan.
Editor : Uways Alqadrie