Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Masyarakat Adat Dayak Tuntut Keadilan, Minta Pelaku dan Dalang Pembunuhan Warga di Muara Kate Paser Segera Ditangkap

Dina Angelina • Minggu, 17 November 2024 | 14:50 WIB
MENDAMPINGI: Tokoh Perempuan Dayak Kalimantan Mei Christy (tengah) bersama tokoh Dayak lainnya mendampingi keluarga korban di lokasi.
MENDAMPINGI: Tokoh Perempuan Dayak Kalimantan Mei Christy (tengah) bersama tokoh Dayak lainnya mendampingi keluarga korban di lokasi.

KALTIMPOST.ID, Tragedi di Paser membuat masyarakat adat Dayak menuntut keadilan. Ini merupakan respons atas kepergian Rusel (60). Warga Dusun Muara Kate, Desa Muara Langon, Kecamatan Muara Komam, Kabupaten Paser yang tewas terbunuh pada Jumat (15/11) subuh.

Tokoh Perempuan Dayak Kalimantan Mei Christy mengatakan, peristiwa ini tentu menyesakkan hati masyarakat adat. Dia bersama tokoh Dayak lainnya turut mendampingi keluarga korban di lokasi.

Kondisi terkini di rumah duka banyak dukungan solidaritas dari rekan-rekan sesama Dayak. Mereka berdatangan bahkan dari luar Kaltim. Seperti Kalsel, Kalbar, dan Kalteng.

Ini bentuk dari rasa prihatin atas hal yang menimpa warga Muara Kate. "Kami sangat menyesalkan karena perjuangan warga ini tidak dimulai satu atau dua pekan ini. Namun sejak dari Januari lalu," katanya.

Tuntutan jelas karena warga berharap tidak ada lagi truk hauling yang menggunakan jalan negara. Apalagi beberapa waktu lalu baru saja memakan korban hingga meninggal dunia.

"Namun ternyata pemerintah tidak bisa menyelesaikan permasalahan ini. Begitu juga dengan aparat Kepolisian," ujarnya kepada Kaltim Post. Sehingga atas kejadian ini, masyarakat adat dayak menuntut Kepolisian tidak hanya menemukan tersangka saja.

"Tetapi mengungkapkan siapa dalang masalah karena ini jelas pembunuhan berencana," tegasnya. Mei menyebutkan, tak menutup kemungkinan semakin banyak masyarakat dayak yang hadir memberikan dukungan.

Khususnya sebagai upaya menuntut pertanggungjawaban pihak-pihak yang terlibat atas kematian Rusel. "Kalau terus begini saya pastikan ada gerakan dari masyarakat dayak," ucapnya.

Menurutnya saat ini kondusifitas Kaltim hanya bisa ditentukan dari kinerja Kepolisian dalam menangani kasus kematian Rusel di Kabupaten Paser. "Bagaimana transparansi pembongkapan kasus ini beserta dalangnya," sebutnya.

Rencana salah satu seruan aksi atas nama Koalisi Masyarakat Sipil yang berlangsung di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (18/11). Masyarakat adat tidak hanya ingin sekedar tersangka saja yang ditangkap.

Namun dalang harus diungkap dan mendapat penegakan hukum. "Kami mengimbau seluruh masyarakat Dayak di mana pun, saudara-saudara di Muara Kate sangat membutuhkan dukungan agar bisa mendapatkan keadilan," pungkasnya. (gel/rdh)

Editor : Muhammad Ridhuan
#masyarakat adat #paser #Muara Kate #Kantor Gubernur Kaltim #pembunuhan #Dayak #Hauling