KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Peristiwa penganiayaan yang mengakibatkan satu warga meninggal dan satu luka di Dusun Muara Kate, Desa Muara Langon, Kecamatan Muara Komam, Kabupaten Paser, Jumat (15/11), menjadi atensi Polda Kaltim.
Hingga kini sudah 15 saksi telah dimintai keterangan guna mengungkap pelaku dan motifnya.
Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Yuliyanto menegaskan, saat ini pihaknya bersama Polres Paser terus bekerja melakukan penyelidikan. Apalagi Kapolda Kaltim Irjen Pol Nanang Avianto menginstruksikan dan mengatensi perkara tersebut agar terungkap.
“Kasus ini menjadi atensi. Kami sedang berusaha semaksimal mungkin. Perkembangan terkini, sudah 15 saksi dimintai keterangan penyidik Polres Paser,” jawab Yuliyanto ditemui Senin malam, 25 November 2024.
Baca Juga: Ormas Adat Dayak Datangi Mapolres Paser, Kawal Kasus Pembunuhan di Muara Kate
Pihaknya berharap masyarakat atau pun saksi yang telah dimintai keterangan, ketika memiliki data baru, dapat menginformasikan. “Silakan menginformasikan pada penyidik, ketika mungkin ada yang lupa saat memberikan keterangan. Karena informasi sekecil apa pun menjadi bahan penyelidikan mengungkap peristiwa ini,” ujarnya.
Secara pribadi dan institusi, kata Yuliyanto, menyampaikan belasungkawa pada keluarga almarhum. “Kami turut berduka atas korban meninggal. Kami menyampaikan terima kasih pada seluruh warga dan tokoh adat, agama, masyarakat yang sampai saat ini turut menjaga situasi tetap kondusif,” tuturnya.
Sebelumnya, kapolda telah menegaskan larangan penggunaan jalan umum untuk aktivitas hauling batu bara. Pihaknya bakal menindak tegas bila mendapati dan terbukti melakukan hal tersebut.
“Pasti tindak tegas, kami serahkan ke para kapolres, untuk melihat dan mendata ruas jalan yang memang diperuntukkan kendaraan itu (hauling),” ujar Kapolda (9/11).
Alumni Akpol 1990 menegaskan, polres juga telah diberi mandat untuk melakukan penegakan hukum sesuai aturan di wilayahnya masing-masing. “Sudah jelas dilarang. Tinggal melaksanakan aturan saja,” tegasnya.
Diketahui, dua korban yakni Rusel (60) meninggal dan Ansouka alias Anson (55) mengalami luka ketika sedang tidur di pos. Kejadian ini memicu banyak kemarahan warga Paser dan Kaltim yang peduli terhadap penolakan aktivitas hauling batu bara melintas jalan umum. Sebelumnya juga truk hauling ini telah memakan korban seorang pendeta muda perempuan di lokasi yang sama karena insiden kecelakaan. (*)
Editor : Ery Supriyadi