KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT - Sejak Desember 2024, Kabupaten Paser “diserang” durian. Di pinggir jalan lintasan strategis, banyak pedagang kaki lima menggunakan mobil pikap menjual raja buah atau yang dikenal King of Fruits itu.
Mayoritas lokasi jualannya di sepanjang Taman Tepian Siring Kandilo, Kelurahan Tanah Grogot. Bagaimana triknya mendapatkan buah yang matang dan harga murah? Begini caranya!
Baca Juga: Proyek Drainase Molor, Dinas PUTR Paser Beri Perpanjangan Waktu Sekaligus Denda bagi Kontraktor
Beberapa kolega Kaltim Post, salah satunya Sabar mengatakan, untuk durian yang bagus dagingnya dan harga terjangkau, jangan mencari yang lokasinya banyak didatangi pembeli atau sudah umum diketahui.
"Biasanya yang dijual itu buah yang sudah lama dan terlalu matang. Buah yang besar, atau baru datang belum mau dijual," katanya, Selasa (14/1/2025).
Meskipun juga ada buah yang bagus dan terjangkau harganya. Namun penjualnya lebih sering memajang stok lama.
Sarannya, cari lokasi penjual yang tidak terlalu banyak buahnya. Biasanya menjual buah berkualitas dan harganya tidak terlalu mahal.
"Ini hasil survei kami setelah beberapa kali keliling makan durian di tempat," katanya.
Lebih bagus lagi makan langsung di tempat. Jadi bisa melihat langsung buahnya bagus atau tidak. "Kalau pas dibuka tidak bagus, gak usah dibayar," lanjutnya.
Mayoritas durian yang dijual di Kabupaten Paser berasal dari Kalimantan Tengah. Beberapa pedagang ditanya dari kabupaten mana asalnya, banyak yang tidak mengetahui.
Baca Juga: Maksimalkan Pelatihan Future Jobs, Adaptasi dengan AI, Hadapi Tantangan Bonus Demografi 2045
"Kami cuma terima barang dan menjual, tahunya dari Kalteng," kata Doni, salah satu penjual durian di depan SMP 2 Tanah Grogot.
Beberapa penjual durian dadakan yang selama ini terpantau selain di Siring, ada di Tanah Periuk setelah jembatan kuning.
Ada juga di Jalan RA Kartini sebelah Warung SS, depan SMP 2 Tanah Grogot, Jalan Pangeran Menteri, dan Jalan Padat Karya. (*)
Editor : Ery Supriyadi