Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Bikin Tenang, Dinas Tanaman Pangan Jamin Harga Gabah Petani di Paser Sesuai HET

Muhammad Najib • Selasa, 22 April 2025 | 16:16 WIB
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Paser, Erwan Wahyudi.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Paser, Erwan Wahyudi.

KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT - Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Paser menjamin harga gabah petani yang dibeli oleh Bulog harus sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Hadirnya program Optimasi Lahan (Oplah) dari Kementerian akan berdampak pada harga jual gabah petani kepada Bulog. Kepala DTPH Paser Erwan Wahyudi mengatakan para petani tak perlu takut dan khawatir karena program Asta cita menugaskan Bulog harus membeli padi para petani di harga Rp 6.500 per kilogramnya, para petani yang habis panen langsung dibeli oleh Bulog.

"Para petani tidak usah khawatir lagi hasil panennya dibeli dengan harga murah dan tidak laku karena Bulog di tugaskan untuk segera membeli usai para petani panen dengan harga Rp 6.500 perkilonya," kata Erwan, Selasa (22/4/2025).

Erwan mengatakan pemerintah akan hadir dalam menyelesaikan permasalahan para petani padi yang mengeluh bahwa hasil panennya dibeli dengan harga murah dan dimainkan oleh pasar.

Dengan adanya program Oplah ini DTPH Paser berusaha bekerjasama dengan Bulog, baik pemerintah daerah sampai pusat untuk melibatkan Bulog untuk membeli hasil panen dari para petani padi namun tentunya dengan berbagai syarat yang ada.

Syarat tersebut seperti padi tidak boleh dipanen dalam kondisi setelah hujan karena itu dapat mempengaruhi kualitas. "Jadi petani sekarang enak, tidak perlu jemur gabah lagi karena langsung dibeli oleh Bulog," katanya.

Melalui program oplah ini, dari sebelumnya petani di Paser hanya menghasilkan 3 ton gabah padi dalam 1 kali panen, nantinya bisa mencapai 4 sampai dengan 5 ton padi. Erwan optimistis program tersebut bakal berhasil asalkan tidak ada bencana alam seperti kemarin yakni banjir besar yang merusak lahan persawahan para petani. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#paser #petani #gabah #bulog