KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT - Kepala Desa (Kades) Petangis kini diisi wajah baru yaitu Wulandari. Dia menggantikan kades sebelumnya Bustani Arifin yang meninggal dunia 2024 lalu.
Wulandari terpilih melalui Musyawarah Desa (Musdes) di Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) dari jalur Pengganti Antar Waktu (PAW) pada Senin lalu 28 April 2025.
Dia memperoleh 46 suara dari 50 surat suara yang disediakan Panitia Pilkades Petangis PAW, bersaing dengan calon lainnya yaitu Ujang Supriyatna yang memperoleh 4 suara. Wulandari akan memimpin Petangis sampai 2029.
"Terima kasih kepada pihak yang sudah terlibat dalam proses pemilihan ini, serta salam hormat kepada keluarga besar, teman teman terkhusus suami yang mendukung saya pada pencalonan ini," kata istri dari Adjie Novansyah, tokoh masyarakat Kecamatan Batu Engau itu, Selasa (29/4/2025).
Wulandari akan mengabdikan dirinya kepada masyarakat Desa Petangis, sebagai wilayah tempat dia dilahirkan dan dibesarkan serta untuk melanjutkan kepemimpinan para pendahulu.
Melalui jejaring dan pengalaman yang dimiliki, dia optimis akan dimanfaatkan sebaik mungkin untuk membangun dan memajukan Desa Petangis lewat sinergitas baik ke tingkat Kabupaten maupun provinsi.
"Dengan jejaring dan pengalaman, tentunya harus didukung agar tujuan membangun dan memajukan desa dapat tercapai," katanya.
Wulandari menjadi Kades perempuan pertama di Kecamatan Batu Engau. Desa Petangis memiliki jumlah 10 RT. Total penduduk mencapai 2.647 jiwa dengan rincian 1.403 laki laki atau 53 persen dan 1.244 perempuan atau 47 persen
Desa Petangis merupakan desa yang memiliki areal persawahan dan perkebunan yang sangat potensial, subur dan strategis serta mudah dijangkau. Desa petangis memiliki luas wilayah sebesar 137,59 kilometer persegi.
Desa ini juga memiliki areal eks tambang batu bara yang kini menjadi Taman Hutan Raya, dengan berbagai objek wisata seperti peternakan rusa dan hutan. (*)
Editor : Muhammad Rizki