Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kasus Muara Kate, Camat Muara Komam: Pihak Keluarga Masih Berharap Pelaku Ditangkap

Muhammad Najib • Minggu, 4 Mei 2025 | 11:00 WIB
Camat Muara Komam Mustafa.
Camat Muara Komam Mustafa.

KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT - Kasus penyerangan orang tak dikenal kepada masyarakat di Dusun Muara Kate, Desa Muara Langon, Kecamatan Muara Komam belum juga terungkap siapa pelakunya oleh polisi.

Saat ditemui Kaltim Post belum lama ini, Camat Muara Komam Mustafa menyampaikan dari pihak keluarga berharap ada kejelasan dari kasus ini. Terutama untuk pelaku utama bisa ditangkap aparat penegak hukum.  "Pihak keluarga berharap kepolisian bisa mengungkap kasus ini," kata Mustafa.

Dirinya menyebut, saat ini sudah tidak ada lagi posko penjagaan di lokasi kejadian. Pasalnya sudah tidak ada lagi operasi hauling batu bara di jalan umum.

Dia mengakui, masyarakat di wilayahnya ada pro dan kontra terkait keberadaan aktivitas hauling yang banyak mudaratnya itu. Bagi sopir yang mendapatkan kerjaan mengangkut, tentu mendapatkan rezeki dari situ.

Namun masyarakat lain yang dilewati hauling ini sangat tidak setuju dan merasa banyak merugikan. Ditambah lagi terakhir dari satu korban meninggal dunia dan satu kritis setelah penyerangan di posko hauling. "Saat ini syukurnya kondisi di Muara Komam dan lokasi penyerangan tersebut sudah kondusif," kata Mustafa.

Diketahui pada pada Kamis malam, 14 November 2024, terjadi serangan kepada dua warga Muara Kate, yaitu Rusel (60) dan Ansouka (55). Rusel meninggal dunia karena ditikam senjata tajam, sementara Ansouka luka berat dan akhirnya selamat. Mereka warga yang tinggal di lokasi posko penolakan aktivitas hauling batu bara milik PT Mantimin Coal Mandiri (MCM) di Kalimantan Selatan yang melintas ke Paser, Kaltim. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#Hauling batu bara #Muara Kate #penyerangan