Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Sungai di Paser Darurat Buaya, Atlet Dayung Terpaksa Pindah Latihan ke Danau Telaga Ungu

Muhammad Najib • Selasa, 24 Juni 2025 | 14:28 WIB
PERSIAPAN: Tim Dayung Paser sekarang tidak lagi berlatih di Sungai Kandilo atau Sungai Teratai seiring maraknya kemunculan buaya. Mereka memilih pindah ke lokasi yang aman.
PERSIAPAN: Tim Dayung Paser sekarang tidak lagi berlatih di Sungai Kandilo atau Sungai Teratai seiring maraknya kemunculan buaya. Mereka memilih pindah ke lokasi yang aman.

KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT – Seringnya kemunculan dan serangan hewan buas buaya di perairan Kabupaten Paser beberapa tahun terakhir makin membuat warga resah. Hal ini turut dirasakan Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (Podsi) Paser yang sudah berpindah venue berlatih, dari sebelumnya rutin berlatih di Sungai Kandilo, sekarang ke Danau Telaga Ungu atau Gentung Temiang.

Sekretaris Podsi Paser M Hafidz Sahid mengungkapkan selain Sungai Kandilo, Sungai Seratai pun dianggap sudah tidak aman. Pasalnya dalam setahun maupun beberapa bulan terakhir serangan buaya ke masyarakat di sungai. Ada yang meninggal dan luka parah.

"Syukurnya kami sudah berpindah dan disiapkan venue di Telaga Ungu. Semoga di sini bebas dari Buaya," kata Hafidz belum lama ini.

Diketahui dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Paser, selama 2025 ini ada dua korban meninggal diterkam buaya dan dua lainnya luka berat namun selamat.

Kepala BPBD Paser Ruslan, didampingi Petugas Rescue BPBD Paser Marwan membenarkan bahwa keberadaan buaya di sejumlah sungai di Paser memang makin banyak. Tidak hanya berdasarkan kasus serangan kepada manusia, namun juga berdasarkan pantauan petugas pada malam hari.

Khusus venue atlet dayung yang kini berpindah ke Telaga Ungu, Marwan mengatakan danau itu sebenarnya juga belum bisa dikatakan aman. Pasalnya ada beberapa temuan buaya oleh masyarakat dan juga masyarakat yang melihat.

Marwan menyarankan agar atlet dayung lebih berhati-hati dalam berlatih. Menurutnya harus dicoba dulu memastikan aman dari hewan buas. Semisal menaruh beberapa ekor bebek di danau beberapa hari.

"Jika Bebek itu masih ada, artinya tidak ada buaya, namun jika hilang maka berpotensi masih ada Buaya di danau itu," kata Marwan, Selasa (24/6/2025). (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#paser #serangan #buaya #sungai kandilo #atlet dayung