KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT - Upaya peningkatan kualitas layanan publik di Kabupaten Paser semakin dimatangkan. Sebanyak 33 instansi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Paser. Penandatanganan ini berlangsung di Ruang Rapat Sadurengas, Rabu (29/10/2025).
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Paser, Toto Ifrianto, menyampaikan, tujuan utama dari penandatanganan ini adalah untuk mempercepat dan mengoordinasikan pembenahan gerai serta fasilitas layanan sebagai persiapan peresmian MPP.
"Hasil yang diharapkan dari kegiatan penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama ini adalah adanya percepatan dan koordinasi untuk melakukan pembenahan terhadap gerai layanan dan fasilitas layanan sebagai persiapan dalam peresmian Mal Pelayanan Publik," ujar Toto Ifrianto.
Ia juga menekankan pentingnya percepatan evaluasi fasilitas yang dibutuhkan sesuai kewenangan masing-masing, serta mendorong penyelesaian fasilitas fisik MPP secara paripurna.
Selain itu, kegiatan ini bertujuan membangun komunikasi yang baik antar penyelenggara layanan dalam mempersiapkan kelengkapan MPP.
Sebanyak 33 instansi yang terlibat dalam kerja sama ini terdiri dari 10 instansi vertikal, 14 dari Pemkab Paser, 1 lembaga pemerintah, dan 8 dari BUMN/BUMD, dengan total 135 jenis layanan yang akan tersedia. Layanan tersebut mencakup perizinan, keimigrasian, administrasi kependudukan, konsultasi, dan lainnya, dengan harapan jumlah layanan akan terus bertambah.
Toto menambahkan, saat ini MPP masih dalam proses pengadaan meubelair. "Kami harap seluruh pihak mendukung pelayanan MPP ini. Setelah ini kita berkunjung ke gerai. Saat ini masih proses meubeler. Kita akan soft launching di awal Desember dan uji coba pelayanan publik. Pada triwulan pertama akan diresmikan oleh Kemenpan RB," jelasnya.
Wakil Bupati Paser Ikhwan Antasari, dalam sambutannya berharap kehadiran MPP dapat menjadi eskalasi pelayanan prima publik di Paser. "Pembangunan MPP ini menjadi sebuah sarana ikhtiar kita untuk mewujudkan Kabupaten Paser yang lebih Tangguh, Unggul, Transformatif, Adil dan Sejahtera, serta andal dan lebih terjamin dalam pelayanan publik," kata Ikhwan.
Menurutnya, hal ini akan mendukung program pemerintah dalam peningkatan ekonomi masyarakat dan investasi. Peningkatan pelayanan yang mudah, murah, aman, berkualitas, dan cepat, terutama dalam hal perizinan, menjadi fokus penting Pemkab Paser.
Hal ini tentu diharapkan dapat berimplikasi kepada peningkatan daya saing global, yang artinya dapat menarik investor serta pelaku usaha untuk melebarkan sayap khususnya di Kabupaten Paser.
Ikhwan berharap MPP Paser bisa menjadi yang terbaik dan termegah di Kaltim, serta mengajak semua pihak bersatu padu memperbaiki pelayanan kepada masyarakat dan merubah stigma negatif terhadap pelayanan publik. Ia menegaskan, Pemkab Paser senantiasa mendukung setiap langkah peningkatan kualitas pelayanan dan terbuka terhadap kritik maupun masukan.
"Sesuai dengan target kita, MPP ini harus terbentuk dan harus sudah kita resmikan pemakaiannya sebagai pusat pelayanan terpadu yang terintegrasi pada tahun 2025 ini, makanya kami berharap, semua pihak terutama Perangkat Daerah terkait mohon berikan dukungan secara totalitas," kata Ikhwan. (adv)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo