Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kesejahteraan Guru Swasta Jadi Sorotan, Anggota DPRD Paser Basri Mansyur Optimistis Ada Solusi

Muhammad Najib • Rabu, 29 Oktober 2025 | 20:17 WIB

RDP: DPRD Paser saat menggelar rapat dengar pendapat dengan forum komunikasi guru swasta di Paser.
RDP: DPRD Paser saat menggelar rapat dengar pendapat dengan forum komunikasi guru swasta di Paser.
 

TANAH GROGOT - Kesejahteraan guru swasta di Kabupaten Paser menjadi perhatian serius DPRD Paser. Perbedaan signifikan antara tunjangan guru swasta dan guru negeri diakui dalam pertemuan antara DPRD Paser, Pemkab Paser, dan perwakilan guru swasta pada Selasa (28/10/2025).

Wakil Ketua Komisi II DPRD Paser Basri Mansyur mengakui kondisi kesejahteraan guru swasta berbeda dengan guru di sekolah negeri. Menurutnya pemerintah harus memberikan perlindungan kepada guru dan dosen, termasuk daerah memberikan tunjangan kepada guru profesi dan fungsional.

"Kita harus cari jalan keluar masalah ini," kata Basri.

Basri menyebutkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Paser diproyeksikan menurun pada tahun 2026. Penurunan ini, lanjutnya, akan memengaruhi kemampuan daerah dalam memenuhi mandatory spending (belanja wajib).

Meskipun demikian, Basri menegaskan, hal tersebut tidak akan menyurutkan semangat pemerintah daerah untuk memberdayakan dan memberikan manfaat kepada guru swasta.

Untuk mengatasi masalah pendanaan, DPRD Paser telah memberikan rekomendasi kepada pemerintah daerah terkait hibah agar dimasukkan ke dalam APBD Murni 202, tidak lagi di APBD Perubahan seperti tahun sebelumnya. Ini yang sudah direalisasikan DPRD untuk membantu sekolah swasta.

Selain upaya di tingkat daerah, politikus Partai Golkar ini juga telah menjalin komunikasi dengan Komisi X DPR RI. Ia menyebut telah berkomunikasi dengan tim Hetifah Sjaifudian, yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi X DPR RI.

Basri Mansyur menambahkan, ia mendapat informasi bahwa Badan Legislasi (Baleg) DPR RI sedang membahas kesejahteraan guru swasta. "Beliau (Hetifah Sjaifudian) Wakil Ketua Komisi X DPR RI pasti akan memperjuangkan kesejahteraan guru," kata Basri Mansyur optimistis.

Pada pertemuan di kantor DPRD itu, puluhan guru swasta menyampaikan keluhan mereka terkait kesejahteraan, bantuan sarana sekolah swasta, penganggaran hibah ke sekolah swasta lebih proporsional dan bisa dianggarkan di awal tahun.

Banyak sekolah swasta yang berada di bawah yayasan, kesulitan menggaji para gurunya. Mayoritas mereka hanya mendapatkan gaji di bawah Rp 1 juta per bulan. Bahkan ada yang sampai Rp 250.000 per bulan.

Dari tingkat TK, SD dan SMP sederajat. Terdata ada 60 sekolah swasta, dengan jumlah 674 guru 5.567 siswa di Paser.

Editor : Muhammad Ridhuan
#DPRD Paser #guru swasta