KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT- Pemerataan akses digital di Kalimantan Timur terus dipercepat.
Upaya menghadirkan layanan internet hingga pelosok desa kini mulai menunjukkan hasil nyata, terutama di Kabupaten Paser yang menjadi salah satu fokus pembangunan jaringan tahun ini.
Langkah konkret diwujudkan lewat dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) yang menyalurkan bantuan perangkat Orbit kepada sebelas desa di Paser.
Baca Juga: Kepala Disdikbud Paser Sebut Anggarannya Rp 700 Miliar tapi Mayoritas untuk Bayar Gaji Guru di Paser
Penyerahan dilakukan pada Kamis (30/10/2025) sebagai bagian dari Program Gratis Pol untuk memperluas konektivitas digital di daerah.
Sebelas desa yang menerima perangkat Orbit tersebut meliputi Bai Jaya, Belimbing, Krayan Makmur, Muara Telake, Mendik Makmur, Mendik Karya, Makmur Jaya, Uko, Libur Dinding, Lempesu, dan Binangon.
Seluruh desa penerima telah memiliki menara seluler atau BTS, sehingga pemasangan Orbit difokuskan untuk memperkuat sinyal dan mempercepat akses internet masyarakat.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfostaper) Kabupaten Paser, Arief Rahman, menyebut bantuan ini menjadi langkah penting dalam menghapus titik blank spot di wilayahnya.
“Alhamdulillah, program Gratis Pol ini bisa langsung dinikmati masyarakat. Desa yang menerima bantuan benar-benar membutuhkan Orbit untuk memperkuat jaringan internet pelayanan publik,” ujar Arief.
Ia menambahkan, Bupati Paser dr. Fahmi Fadli menargetkan agar seluruh kantor desa di Paser bebas dari blank spot pada 2025.
Program Pemprov Kaltim dinilai sejalan dengan upaya Pemkab Paser dalam membangun infrastruktur digital desa.
Kini, seluruh kantor desa telah menggunakan aplikasi Srikandi untuk sistem surat-menyurat digital.
Kehadiran Orbit mempercepat penerapan program digitalisasi tersebut. Arief juga mengimbau agar kepala desa memanfaatkan fasilitas ini secara bijak dan berorientasi pada pelayanan publik.
Selain perangkat Orbit, sejumlah desa di Paser juga telah difasilitasi jaringan internet berbasis Starlink, terutama di wilayah yang belum memiliki menara BTS.
Staf Diskominfo Kaltim, Anggi Dwi Chandra, mengapresiasi komitmen Kabupaten Paser dalam memperluas jaringan internet hingga daerah terpencil.
Ia mengungkapkan, dari total 841 desa di Kaltim, masih ada 125 desa yang belum memiliki listrik sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi pemerataan digital.
“Kepala Diskominfostaper Paser luar biasa karena mampu menyelesaikan beberapa desa yang bahkan belum memiliki jaringan listrik,” ujar Anggi.
Ia menjelaskan, perangkat Orbit berfungsi layaknya modem seluler yang ditempatkan di kantor desa, namun dapat dipindahkan sesuai kebutuhan.
Program ini menjadi bukti nyata sinergi Pemprov dan Pemkab dalam mempercepat transformasi digital di Kalimantan Timur.
Baca Juga: Ini Pesan Dinkes Paser untuk Tim yang Terlibat di MBG
“Pemprov Kaltim berharap perangkat Orbit yang diberikan dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan masyarakat dan mendukung kegiatan pemerintahan desa,” katanya.
Dengan tersedianya fasilitas internet di sebelas desa tersebut, masyarakat diharapkan lebih mudah mengakses informasi, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat konektivitas antarwilayah di Paser dan sekitarnya. (*)
Editor : Ery Supriyadi