KALTIMPOST.ID, JAKARTA-Ketua DPRD Paser Hendra Wahyudi mendampingi Bupati Paser, dr Fahmi Fadli, beserta rombongan pejabat Pemkab Paser audiensi strategis dengan Menteri Transmigrasi Republik Indonesia Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, Senin (10/11).
Hendra Wahyudi mengatakan, dalam audiensi tersebut, fokus pada pembahasan percepatan pembangunan dan transformasi kawasan transmigrasi menjadi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mandiri dan berkelanjutan, meski terdapat penolakan sejumlah warga di Paser.
"Alhamdulillah kami tadi diterima langsung Pak Menteri Transmigrasi untuk audiensi terkait permasalahan-permaslahan transmigrasi, dan setelah bupati Paser menyampaikan paparan permasalahan yang ada di Kabupaten Paser terkait penolakan dengan program transmigrasi di Paser, insyaallah akan ditindaklanjuti pak menteri," ungkap Wahyudi, Kamis (13/11).
Menyinggung permasalahan yang ada di Paser, Menteri Transmigrasi menyampaikan, sebenarnya yang ditolak pola transmigrasi yang lama dengan transmigrasi yang baru sudah berbeda. "Rugi besar jika transmigrasi tidak dilanjutkan di Paser, bahkan jika ada transmigrasi, nanti akan membangun geliat ekonomi baru,” kata Wahyudi.
Menteri Iftitah berharap eksekutif dan legislatif di Paser dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat Paser, dengan perubahan paradigma, agar masyarakat dapat lebih memahami bahwa transmigrasi hari ini adalah transmigrasi yang transpormatif pembangunan berbasis wilayah yang mengedepankan kesejahteraan warga lokal, bukan lagi pemindahan penduduk secara masif yang dapat berpotensi memicu konflik sosial dan agraria.
Iftitah dalam kesempatan tersebut juga menyatakan, transmigrasi diprioritaskan tidak hanya pindah penduduk tetapi membangun kota baru. Dia juga sepakat dengan bupati Paser, transmigrasi harus diisi mayoritas masyarakat lokal.
Selain itu, transmigrasi bukan hanya membangun rumah serta pemukiman, tapi fokus pada potensi ekonomi, dan juga lahan transmigrasi diprioritaskan untuk investasi ekonomi. Program transmigrasi diprioritaskan kepada daerah yang mau transmigrasi. (adv)
Editor : Dwi Restu A