Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Sepanjang 2025 BPBD Paser Catat 28  Kali Terjadi Banjir

Muhammad Najib • Selasa, 6 Januari 2026 | 11:45 WIB

 

 

Banjir di Paser selama 2025 terjadi 28 kali di berbagai kecamatan.   
Banjir di Paser selama 2025 terjadi 28 kali di berbagai kecamatan.  

TANAH GROGOT - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Paser mencatat jumlah bencana banjir yang terjadi sepanjang 2025. Jumlahnya mencapai 28 peristiwa.

Berdasarkan angka tersebut, menandakan bencana banjir paling kerap terjadi dalam setahun. Selain banjir ada kebakaran pemukiman sebanyak 21 peristiwa, 12 kali pohon tumbang, 4 kali bencana tanah longsor, 3 kali kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), dan 3 kali bencana pergerakan tanah.

Tingginya jumlah bencana banjir di Kabupaten Paser menandakan bencana tersebut berpotensi menjadi ancaman yang bisa melanda sejumlah kawasan kapan saja.

Kasi pencegahan dan kesiapsiagaan BPBD Paser Kaspul Anwar mengatakan banjir masih menjadi ancaman serius. Jika melihat jumlah perbandingan tahun 2024 lalu, terjadi penurunan bencana banjir, yakni tercatat sebanyak 58 kasus yang terjadi.

Meskipun berdasarkan jumlah bencana banjir 2024 lalu menjukkan angka perbandingan yang menurun. Namun, angka tersebut menunjukan bahwa bencana banjir adalah ancaman yang begitu sering melanda wilayah Kabupaten Paser.

"Sementara kasus bencana lainnya, seperti kebakaran permukiman tercatat mencapai 21 kali terjadi sepanjang 2024 lalu," kata Kaspul, Senin (5/1/2026).

Selain kasus banjir, karhutla sempat mendominasi sepanjang 2024. Namun pada 2025 kasus karhutla mengalami tren yang menurun. Meskipun bencana banjir mendominasi sepanjang 2025, namun tidak menimbulkan kejadian atau bencana yang berdampak besar.

Musibah banjir biasanya paling kerap menggenangi wilayah pusat perkotaan di Kecamatan Tanah Grogot, dipicu hujan lebat hingga meluapnya air Sungai Kandilo.

Salah satu bencana banjir besar yang terjadi pada 2025 yakni, di wilayah kecamatan Long Ikis, disebabkan curah hujan tinggi dan 2 sungai meluap pada Oktober tahun lalu. (*)

Editor : Sukri Sikki
#Kaspul Anwar #BPBD Paser #bencana banjir #karhutla