KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT - Bus yang menghubungkan Kabupaten Paser, kawasan IKN di Penajam Paser Utara, hingga Kota Samarinda ini menjadi salah satu pilihan transportasi umum bagi masyarakat yang rutin bepergian antardaerah.
Tarif bus menuju Samarinda dipatok Rp 150 ribu per penumpang. Sementara bagi penumpang yang turun di kawasan IKN, tarif yang dikenakan hanya separuhnya.
Keberadaan rute ini dinilai membantu warga Paser yang memiliki keperluan ke Samarinda. Selain praktis, penumpang tidak perlu lagi berganti angkutan di tengah perjalanan.
Baca Juga: Waspada Banjir dan Longsor, BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Wilayah Kaltim 11-20 Januari
Setiap hari, bus melayani perjalanan pulang-pergi melalui jalur yang sama. Dari Tanah Grogot, bus berangkat pukul 08.30 Wita dari Terminal Kilometer 7. Adapun dari Samarinda, keberangkatan dijadwalkan pukul 08.00 Wita dari Terminal Sei Kunjang.
Seluruh perjalanan melewati jalur Tol Samboja. Armada bus yang digunakan juga dilengkapi pendingin udara untuk kenyamanan penumpang.
Sopir bus, Tri Basuki, mengatakan operasional bus tetap berjalan meski jumlah penumpang belum selalu ideal. Jika penumpang tidak mencukupi untuk menutup biaya bahan bakar, sebagian penumpang akan diarahkan ke bus rute Tanah Grogot–Penajam.
Baca Juga: Trail Run Perdana di Paser, Ratusan Pelajar Jelajahi Samurangau Eco Park
“Alhamdulillah, setahun ini masih bertahan,” ujar Basuki, Senin (12/1/2026).
Saat ini, tarif yang diberlakukan masih merupakan tarif terendah. Namun, Basuki berencana mengusulkan penyesuaian tarif pada 2026 menjadi sekitar Rp 170 ribu.
Rencana tersebut disebut untuk mengimbangi kenaikan harga bahan bakar dan kebutuhan operasional lain yang terus meningkat.
Meski demikian, banyak penumpang mengaku diuntungkan dengan adanya rute langsung ini. Selain menghemat waktu, perjalanan menjadi lebih sederhana tanpa harus berpindah kendaraan.
Untuk sementara, baru tersedia satu jadwal keberangkatan per hari, baik dari Tanah Grogot maupun dari Samarinda. (*)
Editor : Ery Supriyadi