Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Paser Tambah Dua Kejuruan Pelatihan Sertifikasi di BLK pada 2026, Ini Daftarnya

Muhammad Najib • Rabu, 28 Januari 2026 | 17:21 WIB
BERMANFAAT: Pada 2026 ini ada 13 kejuruan pelatihan di UPTD BLK Paser.
BERMANFAAT: Pada 2026 ini ada 13 kejuruan pelatihan di UPTD BLK Paser.

KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser menambah jumlah kejuruan dalam program pelatihan bersertifikasi untuk tahun anggaran 2026.

Dari sebelumnya 11 kejuruan pada tahun 2025, kini menjadi 13 kejuruan yang disesuaikan dengan dinamika kebutuhan tenaga kerja di lapangan.

Peresmian program ini dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Paser Ikhwan Antasari dalam acara launching pelatihan sertifikasi 2026 di Ruang Rapat Sadurengas, Kantor Bupati Paser, Selasa (27/1/2026).

"Tahun ini menjadi 13 kejuruan pelatihan. Peningkatan ini menjadi dasar perhatian kami karena adanya dinamika di lapangan atau kebutuhan tenaga kerja yang terus berkembang," kata Ikhwan Antasari.

Ke-13 kejuruan yang dibuka tahun ini meliputi cleaning service, tata boga, administrasi perkantoran, sekuriti, barbershop, desain grafis, make up, mekanik alat pertanian, operator komputer, tata rias, mekanik motor injeksi, menjahit, hingga instalasi listrik.

Ikhwan menekankan bahwa pelatihan tahun ini tidak hanya mengejar dampak ekonomi, tetapi juga bertujuan membentuk branding individu yang mandiri, terutama di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Ia berharap peserta mampu melampaui kemampuan dasar komputer dan memanfaatkan teknologi untuk inovasi kreatif.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, Kepala UPTD BLK Paser Decy Mutia Suhartini, menjelaskan bahwa program tahun ini lebih menitikberatkan pada sistem swakelola dengan terjun langsung ke desa-desa.

"Kegiatan pelatihan berfokus membantu masyarakat desa. BLK tahun ini lebih banyak melaksanakan kegiatan langsung di desa-desa berdasarkan usulan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang)," kata Decy.

Tahapan program dimulai dari rekrutmen berdasarkan usulan dari pihak desa, Pelatihan berupa pelaksanaan teknis kejuruan di lokasi, dan Pemagangan berupa penempatan peserta pasca-pelatihan untuk penguatan keahlian.

Decy menambahkan bahwa target utama dari perluasan kejuruan dan sistem "jemput bola" ini adalah pengentasan angka kemiskinan di Kabupaten Paser dengan berpatokan langsung pada kebutuhan riil masyarakat pedesaan. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#pelatihan #blk #paser #kejuruan #pemerintah kabupaten