Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Mengapa Angkutan Penajam-Paser Semakin Sepi? Ini Dugaan Penyebabnya

Muhammad Najib • Rabu, 4 Februari 2026 | 19:07 WIB

Penumpang di Terminal Penajam di hari kerja dan awal tahun 2026 ini semakin sepi, beberapa kali bus antar daerah batal berangkat karena jumlah penumpang tidak mencukupi. (NAJIB/KP)
Penumpang di Terminal Penajam di hari kerja dan awal tahun 2026 ini semakin sepi, beberapa kali bus antar daerah batal berangkat karena jumlah penumpang tidak mencukupi. (NAJIB/KP)


TANAH GROGOT - Memasuki awal tahun 2026, arus bolak-balik angkutan umum antar daerah yaitu Penajam - Tanah Grogot memasuki masa arus sepi. Hal ini disampaikan para pelaku usaha transportasi di Terminal Penajam pada Selasa (3/2/2026).

Beberapa pengendara ojek mengungkapkan jumlah penumpang sangat sepi. Bahkan untuk membeli rokok pun sudah tidak cukup. Begitu juga untuk penumpang bus dan angkutan L300 Colt.

Pada Selasa itu, tiga bus jurusan Penajam-Tanah Grogot yang harusnya berangkat di jadwal pagi hari secara bergantian, tidak ada yang berangkat karena jumlah penumpang tidak memadai. Akhirnya mereka dipindahkan ke mobil Colt.

Baca Juga: Gedung Perpustakaan Paser Bakal Dilengkapi Bioskop XXI, Target Rampung 2026

“Minimal ada 10 penumpang bus baru bisa berangkat, kalau di bawah itu bisa rugi,” kata Sopir bus di Penajam. Dari beberapa penuturan ojek, sopir angkutan dan sopir bus, bulan Januari ini terbilang masa yang cukup sepi setelah momen liburan anak sekolah. Apalagi di hari kerja atau week day.

“Mungkin banyak juga yang menggunakan travel langsung,” kata seorang kernet. Salah satu pelaku usaha transportasi travel Tanah Grogot - Penajam, Hidayat mengakui selama Januari ini penumpang sangat sepi. Baik itu dari Grogot ke Penajam dan sebaliknya.

“Beberapa hari ini saya tidak berangkat karena tidak dapat penumpang reguler maupun carteran,” katanya. (*/riz)

Editor : Muhammad Rizki
#paser #terminal #Penajam Paser Utara (PPU) #penajam