Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Pendampingan Dinas Perikanan Paser Bikin BUMDes Suliliran Baru Panen Ikan Lebih Optimal

Muhammad Najib • Kamis, 5 Februari 2026 | 07:56 WIB

BUMDes di Paser mendapatkan pendampingan pengembangan budidaya ikan dari pemerintah daerah.
BUMDes di Paser mendapatkan pendampingan pengembangan budidaya ikan dari pemerintah daerah.

KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT – Dinas Perikanan Kabupaten Paser pada 2026 bergerak cepat memberikan pendampingan teknis kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di wilayahnya. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat sektor perikanan budidaya sekaligus meningkatkan produktivitas usaha desa.

Pendampingan terbaru dilakukan di Desa Suliliran Baru, Kecamatan Paser Belengkong. Fokus kegiatan ini adalah optimalisasi Keramba Jaring Apung (KJA) yang dikelola BUMDes Subaru Apik.

Kepala Bidang Budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Paser, Dadang Suherman, mengatakan pembinaan tersebut merupakan langkah strategis pemerintah daerah. Selain menjaga ketersediaan protein hewani, program ini juga mendukung desa yang mengembangkan usaha perikanan.

Baca Juga: Februari Baru Dimulai, Tanda-Tanda Ramadhan 2026 Sudah Mulai Terasa

“Pembinaan ini dilakukan agar pengelolaan media keramba berjalan optimal dan memberikan hasil maksimal. Perikanan budidaya air tawar merupakan instrumen penting dalam ketahanan pangan,” ujar Dadang, Kamis (5/2/2026).

Dalam kegiatan tersebut, tim teknis Dinas Perikanan tidak hanya melakukan monitoring rutin. Mereka juga memberikan pelatihan inovasi pakan kepada pengelola KJA.

Anggota tim teknis, Ismujioni, membekali pengelola dengan teknik fermentasi pakan menggunakan probiotik EM4. Metode ini bertujuan meningkatkan kadar protein pakan agar lebih mudah diserap ikan.

Baca Juga: Spandusa Festival 4.0 Sukses Digelar, PT KRN Dukung SMP 21 Balikpapan Jadi Sekolah Unggulan

Selain meningkatkan nutrisi, fermentasi pakan juga berdampak positif terhadap lingkungan perairan waduk. Kualitas air dapat lebih terjaga selama masa pemeliharaan ikan.

“Penggunaan EM4 membantu penguraian kotoran ikan secara alami sehingga kualitas air lebih stabil. Ini penting untuk menekan kadar amonia yang kerap memicu keracunan ikan di keramba,” jelas Ismujioni.

Sekretaris Desa Suliliran Baru, Sunardi, menyampaikan apresiasinya atas pendampingan tersebut. Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan BUMDes dapat terus berlanjut hingga masa panen.

Baca Juga: Tak Kalah Saing! SMP 21 Balikpapan Buktikan Prestasi Lewat Spandusa Festival 4.0 dan Karya Nasional

“Kami sangat membutuhkan pendampingan teknis seperti ini. Dengan ilmu fermentasi pakan dan pendampingan yang konsisten, kami yakin produktivitas BUMDes akan jauh lebih maksimal ke depannya,” kata Sunardi. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#BUMDes Paser #budidaya ikan #Dinas Perikanan Paser #Suliliran Baru #keramba jaring apung