KALTIMPOST.ID, PENAJAM – Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Penajam Paser Utara (PPU) mulai memasuki tahapan uji coba operasional. Langkah ini dilakukan sebagai persiapan pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Pada tahap awal, SPPG Polres PPU akan memproduksi 50 porsi makanan. Porsi perdana tersebut rencananya didistribusikan kepada siswa TK Bhayangkara pada pekan depan.
Wakapolres PPU, Kompol Awan Kurnianto, yang juga tergabung dalam Tim Percepatan Pembangunan SPPG, mengatakan uji coba ini bertujuan menyinkronkan kinerja karyawan dan relawan dapur.
Baca Juga: Cuti Bersama ASN 2026 Resmi Ditetapkan, Ada 8 Hari Libur, Maret Paling Banyak!
“Trailernya kita uji coba dulu. Saat ini masih tahap sinkronisasi karyawan. Minggu depan kita mulai 50 porsi untuk uji coba,” ujarnya, Selasa (3/2/2026).
Menurutnya, produksi tidak langsung dilakukan dalam jumlah besar. Setelah tahap awal berjalan, kapasitas akan ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai 1.000 porsi, sambil melihat kesiapan sistem dan ritme kerja relawan.
Dalam operasionalnya, SPPG Polres PPU menerapkan standar keamanan pangan yang ketat. Setiap bahan makanan yang datang akan diuji terlebih dahulu oleh tim kesehatan dan dokkes menggunakan alat uji kimia.
Baca Juga: Raih Nilai IKPA 100, Polres Kutai Barat Sabet Penghargaan KPPN Samarinda
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan kandungan berbahaya, seperti racun, sianida, maupun residu pestisida berlebih.
“Bahan sebelum dimasak kita tes. Setelah pemorsian, kita tes lagi. Layak atau tidak dikonsumsi, semuanya melalui tahapan food security,” jelas Kompol Awan.
Selain itu, dapur SPPG juga menyiapkan sampel makanan wajib yang disimpan di freezer khusus selama dua hari. Sampel ini digunakan sebagai bahan pemeriksaan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti dugaan keracunan.
Terkait pendanaan, Kompol Awan menyebutkan operasional SPPG Polres PPU sepenuhnya ditanggung oleh Polres. Sementara itu, sarana dan prasarana dapur merupakan hibah dari Pemerintah Daerah PPU.
Baca Juga: Kredit Bunga Nol Persen di Paser Seret, dari 800 UMKM Baru 8 yang Cair
Dalam kesempatan tersebut, ia juga memperlihatkan sejumlah fasilitas dapur yang telah disesuaikan dengan koreksi Badan Gizi Nasional (BGN). Seluruh peralatan produksi telah ditempatkan sesuai standar.
“Berbagai alat produksi sudah pada tempatnya,” ujarnya.
SPPG Polres PPU juga dilengkapi tirai pemisah di setiap ruang guna menjaga kebersihan dan sterilitas area produksi.
Ia berharap seluruh unsur yang terlibat, mulai dari kepala SPPG, ahli gizi, akuntan, hingga relawan yang dikoordinir Chef Topan, tetap menjaga semangat pengabdian.
“Kita ini bekerja untuk membangun anak-anak yang sehat dan cerdas agar kelak berguna bagi bangsa dan negara,” imbuhnya.
Baca Juga: Hasil Santos vs Sao Paulo 1-1 : Gol Telat Calleri Buyarkan Kemenangan Tuan Rumah
Sementara itu, Ahli Gizi SPPG Polres PPU, Vina, menegaskan setiap porsi MBG disusun berdasarkan konsep gizi seimbang.
“Sekarang acuannya bukan lagi empat sehat lima sempurna, tetapi konsep Isi Piringku. Ada karbohidrat, protein, dan serat,” jelasnya.
Ia menambahkan, pihaknya telah menyiapkan siklus 10 menu untuk 10 hari. Variasi menu akan terus dikembangkan menyesuaikan kebutuhan.
Kepala SPPG PPU, Yogi, menyampaikan bahwa saat ini persiapan tinggal menyelesaikan administrasi, pendataan penerima manfaat, briefing relawan, serta uji coba distribusi.
Untuk distribusi, waktu pengantaran akan disesuaikan dengan jam istirahat masing-masing sekolah.
Baca Juga: Tanpa Hibah 2026, Cabor Paser Tetap Difasilitasi Disporapar untuk Persiapan Porprov
“TK yang pulang jam 10.00 akan kami distribusikan lebih pagi, sekitar pukul 08.30. SD dan SMA menyesuaikan jam sekolah,” jelas Yogi.
Ia juga memastikan pendataan alergi makanan pada siswa telah dilakukan. Jika ada siswa yang alergi terhadap menu tertentu, dapur akan menyiapkan alternatif.
“Misalnya alergi ikan atau ayam, bisa diganti telur. Kalau tidak selera, juga bisa ditukar. Tidak ada paksaan,” pungkasnya. (*)
Editor : Ery Supriyadi